Definisi Kesuksesan Menurut Anggawira

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Thomas E Harefa 13 Jul 2026 | 09:11 WIB

Kesuksesan memiliki definisi yang berbeda bagi setiap orang. Ada yang mengukurnya dari jabatan, kekayaan, atau popularitas. Namun bagi Anggawira, keberhasilan justru diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain selama menjalani perjalanan hidup.

“Saya yakin setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Kita bisa belajar dari siapa pun, tetapi tidak perlu menjadi orang lain. Kita boleh memiliki role model, tetapi setiap manusia telah dianugerahi keunikan masing-masing. Yang terpenting adalah menemukan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri,” ujar Anggawira kepada wartawan Investor Daily Thomas E Harefa, dalam perbincangan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Prinsip tersebut menjadi benang merah perjalanan hidupnya, mulai dari aktivis mahasiswa, pengusaha, akademisi, hingga dipercaya mengemban berbagai amanah di organisasi, dunia usaha, dan pemerintahan.

Baginya, jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara. Yang akan selalu dikenang bukanlah tinggi rendahnya posisi seseorang, melainkan bagaimana dia memperlakukan orang lain, menjaga integritas, dan membangun kepercayaan. “Jabatan boleh berganti. Amanah bisa selesai. Tetapi integritas akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang,” ungkap Anggawira yang saat ini menjabat Ketua Umum DPP Asosiasi Pemasok Energi, Mineral & Batubara Indonesia (ASPEBINDO).

Seperti apa perjalanan karier dan kiat sukses Anggawira, berikut penuturan lengkapnya.

Bisa diceritakan perjalanan karier Anda?

Saya lahir di Indramayu, Jawa Barat, dan tumbuh di lingkungan Tegal Parang, Jakarta Selatan, sehingga sejak kecil terbiasa hidup dalam lingkungan religius dan sederhana. Pagi bersekolah di SD negeri, siang belajar di madrasah, sore mengaji. Sejak kecil saya dipercaya menjadi ketua kelas.

Ketika melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB), aktivitas organisasi justru lebih dominan dibanding aktivitas akademik. Saya aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Lembaga Pers Mahasiswa. Meski demikian, prestasi akademik tetap terjaga dengan IPK 3,7 saat lulus.

Saya memang terbiasa mengatur waktu sejak kecil. Disiplin itu bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi dibentuk oleh kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Disiplin itu bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi kemampuan menjaga komitmen ketika tidak ada yang mengawasi. Banyak orang pintar, tetapi tidak semua orang konsisten. Justru, konsistensi itulah yang membedakan seseorang dalam jangka panjang.

Selain sikap disiplin, hal apa lagi yang perlu dimiliki?

Menurut saya, perubahan dunia kerja saat ini membuat hard skill saja tidak lagi cukup. Kemampuan teknis memang penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring, memimpin, bekerja sama, menyelesaikan konflik, hingga membangun kepercayaan justru menjadi pembeda utama. Soft skill tidak bisa dipelajari hanya dari buku. Dia dibentuk melalui pengalaman, organisasi, interaksi sosial, dan keberanian menghadapi tantangan.

Bahkan, saya meyakini perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan semakin mempertegas pentingnya kemampuan interpersonal. AI mungkin mampu menggantikan banyak pekerjaan teknis. Tetapi AI tidak bisa menggantikan empati, integritas, kepemimpinan, dan kemampuan membangun kepercayaan. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu bekerja bersama orang lain.

Karena itu, saya selalu mendorong generasi muda agar tidak hanya mengejar IPK tinggi atau sertifikat, tetapi juga aktif berorganisasi dan memperluas pengalaman.

Apa arti sukses bagi Anda?

Saya tidak pernah memiliki ambisi yang berlebihan terhadap jabatan ataupun karier. Bagi saya, hidup adalah perjalanan panjang yang harus dinikmati. Kesuksesan bukan hanya ketika kita mencapai tujuan. Kesuksesan adalah ketika kita mampu menikmati setiap proses menuju tujuan tersebut dengan penuh rasa syukur.

Menurut saya, seseorang yang menikmati proses akan lebih tahan menghadapi kegagalan dan tidak mudah terlena ketika memperoleh keberhasilan. Kita cukup berjalan setapak demi setapak, tetapi terus bergerak.

Modal penting apa yang perlu dimiliki dalam membangun karier?

Selepas lulus kuliah, kehidupan tidak langsung berjalan mudah. Ayah saya wafat tidak lama setelah saya menyelesaikan pendidikan. Sebagai anak sulung, saya menjadi tulang punggung keluarga. Saya sempat bekerja di perusahaan minyak, tetapi memutuskan keluar karena merasa ingin membangun sesuatu sendiri.

Selama beberapa tahun saya bekerja sebagai konsultan bersama para senior IPB, sebelum akhirnya mendirikan usaha pertama pada 2007 dengan modal yang sangat terbatas.

Modal terbesar bukan uang. Modal terbesar adalah kepercayaan. Ketika modal finansial terbatas, maka reputasi menjadi modal utama. Uang bisa dicari kembali. Tetapi kepercayaan yang hilang akan jauh lebih sulit dipulihkan.

Dari usaha di bidang pertanian, pupuk organik, hingga kemudian masuk ke bisnis energi, batubara, gas, logistik, dan infrastruktur, seluruh perjalanan tersebut dibangun melalui jejaring yang lahir dari hubungan baik dengan banyak orang.

Namun, networking bukan sekadar memperluas relasi. Saya tidak pernah melihat networking sebagai cara mencari keuntungan, tapi adalah cara memperluas manfaat. Hampir semua kesempatan besar dalam hidup saya datang bukan karena saya paling hebat, tetapi karena ada orang yang percaya kepada saya.

Kiat-kiat apa yang Anda terapkan dalam memimpin perusahaan?

Dalam beberapa tahun terakhir, saya justru memilih tidak lagi menjadi pimpinan operasional di sejumlah perusahaan yang saya dirikan. Keputusan tersebut diambil agar organisasi dapat tumbuh tanpa bergantung pada satu orang.

Bagi saya, kepemimpinan sejati bukan tentang mempertahankan posisi.

Ukuran seorang pemimpin bukan berapa lama dia bertahan di puncak, tetapi berapa banyak orang yang berhasil dia dorong untuk naik bersama. Karena itulah saya selalu memberikan ruang kepada generasi muda untuk belajar, mengambil keputusan, bahkan memimpin.

Filosofi yang saya pegang sederhana, yakni growing together, tumbuh bersama. Saya percaya regenerasi bukan ancaman, melainkan tanda organisasi yang sehat.

Selain sebagai pengusaha dan pengurus organisasi, apa aktivitas lain yang Anda jalani?

Di tengah berbagai aktivitas sebagai pengusaha dan pengurus organisasi, saya tetap memilih menjadi dosen tetap di STIH IBLAM.

Menurut saya, mengajar bukan sekadar menyampaikan ilmu. Tapi, mengajar itu membuat saya juga terus belajar. Ilmu yang tidak dibagikan akan berhenti pada diri sendiri. Tetapi ilmu yang dibagikan akan hidup melalui orang lain.

Karena itu, saya ingin pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun di dunia usaha, organisasi, dan pemerintahan dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya.

Apa filosofi hidup Anda?

Bagi saya, hidup bukan perlombaan untuk menjadi yang paling tinggi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu menjaga nilai, karakter, dan integritas sepanjang perjalanan.

Suatu hari orang mungkin lupa jabatan yang pernah kita sandang. Mereka mungkin lupa pencapaian yang pernah kita raih. Tetapi mereka tidak akan lupa bagaimana kita memperlakukan mereka.

Karena itu, saya selalu berusaha menjaga komitmen, menghormati setiap orang tanpa melihat jabatan maupun latar belakang, serta membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.

Bagi saya, integritas adalah investasi yang nilainya jauh melampaui jabatan apa pun.

Saya tidak pernah bercita-cita menjadi orang yang paling terkenal atau memiliki jabatan paling tinggi. Yang saya inginkan sederhana. Ketika semua jabatan itu selesai, masih ada orang yang berkata bahwa saya pernah memberi kesempatan, pernah menjaga kepercayaan, pernah membantu mereka bertumbuh, dan pernah menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik.

Bagi saya, warisan terbaik bukanlah jabatan ataupun kekayaan. Warisan terbaik adalah nilai.

Kesuksesan sejati bukan tentang naik sendirian, tetapi tentang bertumbuh bersama dan mengajak sebanyak mungkin orang ikut bertumbuh.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Daya Saing Indonesia Makin Merosot

Ketika Nama Bahlil Dinyanyikan Publik

Aspebindo: Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Harus Ditopang Investasi

Pengusaha Curhat Dihantam Beban Ganda

Market 3 menit yang lalu Kurs Dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI & BNI Hari Ini Senin 13 Juli 2026 Berikut adalah kurs jual beli dolar AS di bank BCA, Bank Mandiri, BRI, hingga bank BNI pada Senin, 13 Juli 2026.

InveStory 6 menit yang lalu Kuasai Soft Skill, Jaga Integritas, dan Tumbuh Bersama Bagi Anggawira, kesuksesan sejati bukan tentang naik sendirian, tetapi bertumbuh bersama.

Lifestyle 6 menit yang lalu Piala Dunia 2026: Luis Figo Jagokan Prancis Naik Takhta Juara Legenda Portugal Luis Figo menjagokan Prancis juara Piala Dunia 2026 karena dinilai paling konsisten di antara semifinalis lainnya.

Market 8 menit yang lalu IHSG Sempat Naik, 5 Saham Melaju Kencang IHSG hari ini sempat dibuka naik. Ada lima saham melaju kencang dan masuk daftar top gainers, salah satunya PRDL

Market 9 menit yang lalu Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 13 Juli 2026: Jeblok Lagi Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka kembali melemah hari ini pada Senin (13/7/2026) terhadap dolar AS. Rupiah melemah ke level ini.

Market 30 menit yang lalu Emiten Emas Konglo Ungkap Temuan Signifikan Emiten emas konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengungkap laporan aktivitas eksplorasi.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Harga Emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Sabtu 11 Juli 2026

Penulis : Thomas E Harefa 13 Jul 2026 | 09:11 WIB

Menunggu Amerika Latin

Di luar aktivitas profesionalnya, Anggawira memiliki hobi melakukan perjalanan ke berbagai negara bersama keluarga. Lebih dari 40 negara telah dikunjunginya, mulai dari Asia, Eropa, Timur Tengah hingga Afrika.

“Bagi saya, perjalanan bukan sekadar wisata. Traveling adalah cara belajar memahami budaya, karakter masyarakat, dan memperluas cara pandang. Setiap perjalanan membuat kita belajar bahwa dunia jauh lebih besar daripada apa yang kita lihat setiap hari,” ungkap Anggawira.

Adapun kawasan Amerika Latin seperti Peru, Brasil, dan Kolombia masih menjadi daftar tujuan yang ingin dia kunjungi suatu hari nanti.

NAMA : Anggawira

- Sarjana Teknik, IPB, 2002

- Sarjana Teknik Industri, Politeknik STMI Jakarta, 2005

- Magister Manajemen, Universitas Islam Asyafiiyah, 2009

- Doktor Manajemen, Universitas Negeri Jakarta, 2014

- Sarjana & Magister Hukum, STIH IBLAM, 2025 & 2022

- Asosiasi Ahli Perpipaan Minyak dan Gas Indonesia (IAPMIGAS), Dewan Ahli (2026-sekarang)

- Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI), Bendahara Umum, 2025-2030

- Lembaga Penggerak Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (LPEU MUI), Koordinator Energi dan Sumber Daya Mineral, 2025-2030

- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sekretaris Jenderal, 2022-2025

- Asosiasi Pemasok Energi, Mineral & Batubara Indonesia (ASPENBINDO), Ketua (2020-sekarang)

- Kadin Indonesia, Wakil Ketua Bidang Teknologi dan Riset (2020-2023)

- Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Direktur Departemen Hubungan Media (2021-2025)

- PERJAKBI/Asosiasi Pengusaha Co-Working Office Indonesia, Ketua (2016 – 2022)

- APPSI/Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Ketua Investasi (2021 – sekarang)

- Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), 2025-sekarang

- Penasihat Senior Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2024-sekarang

- Penasihat Senior, Dewan Pengawas SKK Migas, 2020-sekarang

- Komisaris Utama PT Krakatau Poschem Dongsuh Chemical, 2024 – sekarang

- Komisaris Independen PT Tirta Energi Cemerlang, anak perusahaan PT Kencana Energi Lestari, 2024-sekarang

- Komisaris Independen PT Bumi Resources Tbk, 2023-sekarang

- Penasihat Senior di Kementerian Investasi, 2019-2024

- Komisaris Utama PT Krakatau Niaga Indonesia (BUMN), 2021-2022

- Komisaris Utama PT Krakatau Pipe Industries (BUMN), 2022-2023

- Komisari Utama PT JSK GAS, 2022-2025

Aspebindo: Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Harus Ditopang Investasi

Market 31 menit yang lalu Emiten Emas Konglo Ungkap Temuan Signifikan Emiten emas konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengungkap laporan aktivitas eksplorasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed