Rodrigo De Paul Bela Aksi Spanduk Malvinas Skuad Argentina

Smallest Font
Largest Font

Gelandang tim nasional Argentina Rodrigo De Paul menegaskan aksi pembentangan spanduk Kepulauan Malvinas usai laga kontra Inggris pada Kamis (16/7/2026) di Atlanta merupakan bentuk penghormatan terhadap para pahlawan. Selebrasi tersebut memicu sorotan tajam karena berpotensi melanggar kode etik stadion FIFA terkait larangan pesan bermuatan politik.

Langkah para pemain membentangkan spanduk bertuliskan klaim kedaulatan tersebut kini terancam sanksi disiplin. FIFA melarang keras masuknya atribut, bendera, hingga pakaian yang mengandung pesan politik atau provokatif di area pertandingan.

Gelandang Argentina Rodrigo De Paul memberikan penjelasan mengenai makna emosional di balik aksi selebrasi tersebut bagi masyarakat negaranya.

"Kami memahami ini adalah pertandingan sepak bola yang memiliki makna lebih besar dan mengingatkan pada apa yang pernah dilakukan Diego Maradona," ujar Rodrigo De Paul.

Ia juga menekankan bahwa tindakan tersebut murni didasarkan atas rasa hormat kepada sejarah, meski tetap menyadari batasan sepak bola.

"Kami menyanyikan lagu tentang para pahlawan Malvinas sebagai bentuk penghormatan kepada mereka. Namun kami juga harus mengerti bahwa ini tetap pertandingan sepak bola, sedangkan persoalan Malvinas seharusnya dibahas di tempat lain," lanjut Rodrigo De Paul.

Lebih lanjut, mantan pemain Atletico Madrid tersebut mengenang dampak mendalam dari peristiwa sejarah tersebut bagi negaranya.

"Apa yang terjadi saat itu adalah tragedi. Kami selalu mengenang mereka yang gugur, tetapi tujuan kami sekarang adalah memenangkan pertandingan dan mencapai final," sambung Rodrigo De Paul.

Sementara itu, upaya pencegahan sebenarnya telah diusahakan oleh pihak otoritas dengan menyiagakan ribuan personel keamanan sebelum pertandingan dimulai. Menteri Keamanan Argentina Alejandra Monteoliva menjelaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kedamaian jalannya laga sejak awal.

"Kami ingin seluruh perayaan berlangsung damai. Karena itu, setiap atribut yang memuat pesan provokatif, baik bermuatan politik maupun rasial, dilarang dibawa masuk ke stadion," kata Alejandra Monteoliva.

Langkah pengamanan tersebut melibatkan koordinasi ketat dengan otoritas keamanan di Amerika Serikat demi menghindari ketegangan di dalam stadion.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed