Daus Mini Laporkan Akun Palsu ke Polda Metro Jaya
Komedian Daus Mini resmi melaporkan akun media sosial palsu ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/8/2026). Langkah hukum tersebut diambil lantaran identitasnya dicatut untuk mengunggah konten bermuatan ujaran kebencian dan isu SARA.
Daus Mini menjelaskan bahwa kedatangannya ke kantor polisi bertujuan memperjuangkan hak hukum atas dugaan pencemaran nama baik yang telah merusak citranya.
"Kita mau melanjutkan tindakan yang kemarin, yang masalah pencemaran nama baik dan sebagainya, yang ada akun yang mengatasnamakan nama Daus Mini," kata Daus Mini.
Komedian tersebut mengaku sempat berdiam diri saat pertama kali mengetahui keberadaan akun tersebut, namun aksinya melapor ke polisi terpaksa dilakukan karena ulah oknum tersebut semakin tidak terkendali.
"Daus ke sini mau buat laporan, melaporkan oknum yang sudah membuat akun media sosial mengatasnamakan saya. Dari kemarin saya diam saja, tapi semakin parah," ujar Daus Mini.
Menurut Daus, permasalahan ini bermula saat oknum tak bertanggung jawab menggunakan identitas dan foto dirinya pada aplikasi siaran langsung tanpa izin.
"Awal mulanya yang udah sering Daus kasih tahu, jelasin, bahwasanya ada akun, oknum memakai atribut nama Daus dan juga foto Daus di aplikasi live streaming. Dia isi konten-kontennya tidak pernah live, tapi dia selalu dikomal (kolaborasi massal atau komunikasi massal)," kata Daus Mini.
Informasi mengenai keberadaan akun palsu tersebut pertama kali diketahui Daus melalui kiriman tangkapan layar dari rekan-rekannya sebelum akhirnya ia berkonsultasi dengan tim kuasa hukum.
"Kita dapet informasi dari temen-temen yang ngirimin. Pas kita lihat, lah kok... makanya gak percaya, kita diemin, kita sharing sama Abang (pengacara), ya sudah akhirnya kita buat laporan, emang isinya parah kontennya," ujar Daus Mini.
Ia mengungkapkan bahwa pengelola akun tidak pernah menampilkan wajahnya secara langsung, melainkan memanipulasi suara dan efek audio agar terdengar mirip dengan dirinya.
"Dia tidak pernah on cam, tidak pernah menunjukkan sosoknya, tapi dia pakai suara dan juga pakai sound effect, sound card. Jadi seakan-akan itu udah pure Daus Mini," kata Daus Mini.
Penggunaan nama serta atribut visual tersebut dimanfaatkan oleh pemilik akun untuk menyebarkan narasi kebencian yang memicu kegaduhan publik.
"Si oknum ini menggunakan atribut nama saya dan juga foto saya. Dia ngisi kontennya itu ujaran kebencian dan juga akhirnya menimbulkan yang namanya pro dan kontra tadi," ujar Daus Mini.
Akibat perbuatan tersebut, Daus menilai pelaku telah melanggar ketentuan perundang-undangan karena turut menyebarkan unggahan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan.
"Dia melanggar UU ITE, melakukan penghinaan SARA di akun TikTok yang mengatasnamakan nama Daus," kata Daus Mini.
Dampak dari unggahan akun palsu itu bahkan dirasakan Daus dalam kehidupan sehari-hari hingga ia hampir menjadi sasaran kemarahan warga saat menghadiri suatu acara.
"Akhirnya beberapa jadi kayak kemarin Daus ke tempat acara hampir ditunjuk-tunjuk sama orang, perihal masalah ini. Padahal kita jelasin bahwasanya itu bukan Daus, itu bukan saya. Itu oknum yang mengatasnamakan Daus Mini," ujar Daus Mini.
Peristiwa tidak menyenangkan di ruang publik itu memaksa Daus untuk terus memberikan klarifikasi bahwa dirinya bukan pemilik akun bermasalah tersebut.
"Saya harus jelaskan kalau itu bukan saya, karena ada akun TikTok yang mengatasnamakan Daus," kata Daus Mini.
Sebelum membawa kasus ini ke ranah hukum, pihak Daus dan kerabatnya sebenarnya telah memberikan kesempatan serta imbauan kepada pengelola akun untuk meminta maaf, tetapi diabaikan.
"Saya pun ada beberapa teman-teman juga memperingati, ngasih tahu, ngasih informasi, suruh segera minta maaf, diklarifikasi. Ternyata ngeyel, malah tetap sampai sekarang live," ujar Daus Mini.
Kuasa hukum Daus Mini, Zecky Alatas, mengapresiasi penerimaan laporan oleh pihak kepolisian dan menyatakan proses administrasi berjalan lancar.
"Sampai saat ini alhamdulillah prosesnya tidak sulit, diberikan kemudahan, polisinya sangat profesional. Artinya kita datang buat laporan langsung disambut dengan baik," kata Zecky Alatas.
Zecky menjelaskan bahwa laporan resmi terdaftar dengan nomor LP/B/5798/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan kini tengah diproses oleh Direktorat Reserse Kriminal Siber.
"Surat tanda penerimaan laporannya sudah kita buat, ini sudah berjalan prosesnya tinggal nunggu pemanggilan berikutnya, saksi-saksi, dan korban pastinya. Nah, ini akan ditindaklanjuti oleh Ditreskrim Siber," ujar Zecky Alatas.
Mengenai alasan baru membuat laporan kepolisian, Zecky menegaskan bahwa pihaknya sempat memberikan jeda waktu agar pemilik akun menyadari kesalahannya.
"Kenapa baru hari ini kita buat laporan? Kita kasih spare waktu biar mereka berpikir, ternyata tambah menjadi-jadi," kata Zecky Alatas.
Upaya peringatan yang dilayangkan secara persuasif sebelumnya tidak membuahkan hasil positif karena aktivitas unggahan bermasalah justru makin marak.
"Kami sudah memberikan peringatan, tetapi malah diabaikan. Justru unggahannya semakin menjadi-jadi," ujar Zecky Alatas.
Tim kuasa hukum bahkan sempat mendatangi akun terduga pelaku untuk memberikan teguran langsung sebelum memutuskan membawa perkara ini ke jalur hukum.
"Bahkan sudah ada tim kami langsung masuk ke akunnya si oknum ini untuk memperingati, tapi dia tidak mengindahkan. Artinya dianggap ini main-main. Ya nggak apa-apa kalau mau main-main, kita akan selesaikan secara hukum," kata Zecky Alatas.
Selain tiga akun yang telah dilaporkan ke Ditreskrim Siber, pihak kuasa hukum juga menyiapkan laporan terpisah terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap Daus Mini di Instagram.
"Semua ada tiga akun, tapi nanti, mungkin minggu depan akan ada laporan lagi dengan case yang berbeda. Ini di Instagram adanya pengancaman pembunuhan kepada klien kami, saudara Daus Mini. Sudah ada menyebut untuk mengancam membunuh, nah itu nanti akan kita buat laporan tersendiri khusus. Mungkin itu nanti di Krimum, bukan di Siber," ujar Zecky Alatas.
Sebelumnya, Daus Mini juga telah melayangkan somasi terbuka pada akhir Juni 2026 kepada pemilik akun TikTok yang diduga mencatut namanya, namun langkah persuasif tersebut tidak membuahkan klarifikasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow