Danantara Indonesia Siapkan Rp100 Triliun untuk Transformasi BUMN Karya dan Anak Usaha

Smallest Font
Largest Font

Danantara Indonesia berpotensi mengakui kerugian sebesar Rp100 triliun sebagai bagian dari proses transformasi perusahaan BUMN Karya, PT Pos Indonesia, dan Dana Pensiun (Dapen), dilansir dari Investor Daily.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa nilai koreksi dan impairment tersebut merupakan beban yang harus dicatat dalam pembukuan, bukan dana baru yang akan disuntikkan ke perusahaan BUMN.

"Inilah cost yang harus kita tanggung dan inilah yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kurang lebih ke depannya mungkin akan ada lagi sekitar Rp100 triliun untuk menyelesaikan (transformasi) ini," ujar Dony.

Dony berharap nilai tersebut tidak sebesar perkiraan, namun menegaskan bahwa koreksi dan pemangkasan kerugian tetap harus dilakukan untuk perbaikan menyeluruh.

Untuk mencegah terulangnya masalah serupa, Danantara telah melibatkan berbagai pihak seperti kejaksaan, BPKP, dan BPK dalam proses proteksi BUMN. Dony menambahkan, "Jadi, inilah yang ke depan menjadi PR kita. Harapannya adalah kita bisa menyelesaikan transformasi BUMN Karya ini secepat mungkin. Begitupun dengan PT Pos dan Dapen."

Selain tiga entitas tersebut, transformasi di perusahaan BUMN lainnya dinilai relatif kecil dengan mayoritas berupa konsolidasi dan restrukturisasi yang dampaknya tidak signifikan. Sekitar 70% perusahaan BUMN sudah diperbaiki dan sisanya masih dalam proses pembenahan.

Sejak berdiri pada Februari 2025, Danantara telah menanggung biaya perbaikan Rp135 triliun dan menutup 290 perusahaan BUMN dari total 1.074 perusahaan beserta anak dan cucu usahanya. Tahun ini, Danantara menargetkan menutup 750 perusahaan BUMN yang tidak produktif, menyisakan 300 perusahaan dengan penghematan overhead sekitar Rp50 triliun per tahun.

Dony mengapresiasi peran CEO BUMN dalam proses transformasi ini, menggarisbawahi upaya besar yang dilakukan oleh PT Pertamina, PT Telkom Indonesia, dan PT Pupuk Indonesia dalam merampingkan entitas usahanya.

Tahun 2026, Danantara menargetkan laba bersih perusahaan BUMN sebesar Rp360 triliun, naik dari Rp326 triliun pada 2025 dan Rp186 triliun pada 2024. Presiden RI Prabowo Subianto memproyeksikan dividen BUMN pada tahun ini mencapai Rp200 triliun, tumbuh 40,55% dari tahun sebelumnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed