Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan KPR Tenor 40 Tahun dan Cicilan Murah
Ajang Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Kamis (27/8/2026), menjadi panggung sosialisasi aturan baru tenor KPR subsidi hingga 40 tahun sekaligus pameran hunian berbiaya cicilan mulai Rp1 jutaan.
Kebijakan perpanjangan tenor kredit tersebut dipayungi oleh Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 yang ditandatangani Menteri PKP Maruarar Sirait pada 6 Agustus 2026. Melalui regulasi ini, suku bunga KPR FLPP ditetapkan tetap sebesar 5 persen per tahun.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa perbankan nasional telah memperhitungkan secara cermat risiko kredit macet atas fasilitas tenor panjang tersebut.
"Pasti semua tentu sudah diperhitungkan dengan potensialnya seperti apa, risikonya seperti apa, semua bank tentu sudah mengalokasikan itu," kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia.
Dony menambahkan bahwa skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini memberikan jaminan keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kombinasi cicilan yang lebih kecil dan tenor yang panjang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara Indonesia.
Di area pameran, pengembang Pondok Banten Indah menawarkan perumahan subsidi tipe 30/60 di Serang seharga Rp166 juta dengan opsi cicilan mulai Rp1,07 juta per bulan. Marketing Pondok Banten Indah, Ma'ruf, menyebutkan bahwa angka tersebut berlaku untuk tenor pembiayaan selama 20 tahun.
"Kalau cicilan rumah di PBI (Pondok Banten Indah) itu paling mentoknya di Rp1,7 juta. Itu yang tenor 10 tahun," kata Ma'ruf, Marketing Pondok Banten Indah.
Pengembang memberikan promo pemotongan uang tanda jadi dari Rp500 ribu menjadi Rp100 ribu selama pameran, yang berhasil mengumpulkan pemesanan hingga 80 unit.
"UTJ, uang tanda jadi atau biasa kita sebutnya booking fee lah gitu kan. Nah itu yang dari Rp500 ribu, karena ada event ini jadi cukup Rp100 ribu," ujar Ma'ruf, Marketing Pondok Banten Indah.
Peminat hunian tersebut tidak hanya berasal dari kawasan Serang, tetapi juga mencakup calon pembeli dari wilayah Tangerang.
"Masih banyak peminatnya di luar Serang, masih. Bahkan ada juga yang dari Tangerang gitu ke PBI juga ada," tutur Ma'ruf, Marketing Pondok Banten Indah.
Untuk pilihan non-subsidi, Perumnas menawarkan hunian Samesta Parayasa di Parung Panjang seharga Rp400 jutaan dengan cicilan awal Rp1,8 juta per bulan menggunakan bunga khusus Danantara sebesar 2,75 persen.
Marketing Kepala Unit Pemasaran Perumnas di Parung Panjang, Taufan, menjelaskan bahwa skema penataan bunga dibuat berjenjang mulai dari 2,75 persen pada tiga tahun pertama hingga maksimal 12,5 persen.
"Betul cicilannya hanya Rp1,8 juta per bulan. Itu cicilan 2,75% yang start awalnya memang kita memberikan yang paling kecil, karena memang kita beranggapan bahwa cicilan pertama rumah itu harus kecil," jelas Taufan, Marketing Kepala Unit Pemasaran Perumnas di Parung Panjang.
Fasilitas pembiayaan tersebut juga didukung oleh keringanan biaya proses administrasi dan promo kelengkapan rumah.
"Cicilan kita lebih panjang dan suku bunganya dari pihak Bank Himbara juga diperkecil. Jadi ibaratnya beli rumah komersil tapi harganya harga cicilan subsidi," ucap Taufan, Marketing Kepala Unit Pemasaran Perumnas di Parung Panjang.
Perumnas membebaskan sejumlah biaya transaksi awal seperti PPN, BPHTB, hingga biaya akad kredit bagi pembeli selama pameran berlangsung.
"Jadi free PPN, free BPHTB, free biaya proses, itu sudah sampailah, sudah lengkap. Jadi teman-teman tuh tinggal bayar booking fee, sudah langsung siap huni dan siap akad," ujar Taufan, Marketing Kepala Unit Pemasaran Perumnas di Parung Panjang.
Aksesibilitas lokasi perumahan ke pusat bisnis seperti BSD dan Jakarta menjadi salah satu nilai jual utama yang ditawarkan kepada konsumen.
"Ke Jakarta itu sekitar 45 sampai 50 menit. Sekitar 1 jaman lah ya sudah sampai Jakarta," jelas Taufan, Marketing Kepala Unit Pemasaran Perumnas di Parung Panjang.
Selain sektor perumahan, produsen peralatan sanitasi MPOIN menghadirkan inovasi penyaring lemak dapur untuk mendukung kebersihan fasilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CEO MPOIN, Christian, menyampaikan bahwa teknologi grease trap antibau ini disiapkan untuk mencegah dampak limbah dari aktivitas dapur berskala besar.
“Kebutuhan tersebut semakin relevan untuk dapur dengan aktivitas tinggi. Selain dapat digunakan pada dapur rumah, restoran, katering, dan dapur komersial, Grease Trap MPOIN juga diarahkan sebagai solusi yang dapat digunakan pada dapur-dapur program MBG agar sanitasinya baik dan ramah lingkungan,” kata Christian, CEO MPOIN.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow