Infiniti Land Meraih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau untuk Rumah Subsidi

Smallest Font
Largest Font

Pengembang perumahan Infiniti Land berhasil mengantongi sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dari Kementerian PUPR untuk perumahan bersubsidi Mulia Gading Kencana (MGK) di Serang, meskipun biaya produksinya lebih tinggi 8 hingga 12 persen.

Pencapaian perumahan bersubsidi pertama yang meraih sertifikat BGH tersebut dipaparkan oleh Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, dalam diskusi di Kampus UI Salemba, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Komitmen manajemen dalam menyediakan hunian terjangkau yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi kunci utama pencapaian tersebut.

"Ada komitmen dan perjuangan yang harus dijalankan sungguh-sungguh untuk meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau, mengingat biaya produksi untuk membangun rumah bersertifikat BGH predikat utama itu lebih tinggi 8-12% dari membangun rumah biasa. Tetapi karena visi-misi kami adalah membangun dengan hati, maka sangat bersyukur semua ini bisa diraih," kata Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Proses seleksi ketat dari pemerintah berlangsung selama tiga hingga enam bulan dengan menilai tujuh aspek, meliputi pengelolaan tapak, efisiensi energi, efisiensi air, kualitas udara dalam ruang, material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah.

"Dan khusus untuk perumahan subsidi, syarat itu tidak mudah karena harga jual rumah subsidi itu sudah dipatok oleh pemerintah, sehingga dari sisi harga tidak bisa ditambahkan (harganya)," ujar Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Penerapan kriteria BGH di lokasi mencakup penyediaan waduk penampungan air seluas lebih dari 2 hektar untuk mencegah banjir dan mengolah limbah air sebelum dibuang ke sungai.

"Kami siapkan lebih dari 2 hektar lahan untuk menampung air hujan dan limbah air rumah tangga, sebelum berproses dan sesuai standar untuk disalurkan ke sungai," jelas Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Efisiensi penggunaan energi dilakukan melalui pemasangan lampu LED serta perancangan sirkulasi udara dengan tinggi plafon ruang tamu 3,5 meter dan kamar 2,8 meter agar suhu ruangan tetap sejuk tanpa ketergantungan pada pendingin udara. Pengelolaan air bersih menggunakan pasokan PAM, sedangkan limbah rumah tangga dikelola menggunakan tangki septik biologis bergaransi seumur hidup.

"Untuk sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam rumah, plafon rumah (ceiling) ruang tamu kami buat setinggi 3,5 meter dan ceiling kamar setinggi 2,8 meter. Hal ini membuat udara sejuk di dalam ruangan dan tidak perlu pakai AC. Tapi jika memang perlu pasang AC, kapasitasnya cukup 1/2 PK.

Hal ini untuk menghemat pemakaian energi listrik," sebut Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Pengembangan hunian subsidi tersebut juga disesuaikan dengan tren pemasaran digital untuk menjangkau konsumen generasi muda.

"Inilah beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar satu perumahan bisa mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau. Dan kami sangat bersyukur MGK bisa menjadi perumahan subsidi pertama yang meraih sertifikat BGH predikat Utama," ungkap Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Pemasaran unit properti kini didominasi oleh saluran media sosial yang dikelola oleh tim khusus perusahaan.

"Mau tidak mau, kita harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Kami memiliki tim khusus yang mengurusi semua lini media sosial (medsos). Bisa kami sampaikan bahwa 80% penjualan kami saat ini adalah dari sosial media, bukan lagi hanya bagi-bagi brosur," papar Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Untuk menghadapi kenaikan harga bahan bangunan akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan biaya logistik, perusahaan menerapkan strategi pembelian material secara langsung dari pabrik dalam skala besar.

"Bahan material terus naik, jadi pengembang harus bisa kreatif dan pikirkan jalan keluar. Contohnya beli langsung dari pabrik dalam jumlah besar sekaligus supaya dapat harga lebih bersaing. Efisiensi penggunaan material dan pengawasan harus ketat sekali, sehingga tidak ada material yang terbuang," jelas Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Dukungan regulasi pemerintah seperti pembebasan BPHTB, insentif PPN DTP, serta penyesuaian biaya PBG membantu efisiensi operasional pengembang dalam menyediakan rumah layak bagi MBR.

"Menteri PKP Pak Maruarar Sirait sudah bekerja sangat keras sekali agar MBR bisa memiliki rumah yang layak huni melalui sinergi dengan berbagai instansi terkait," pungkas Samuel S. Huang, Direktur Utama Infiniti Land.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed