China Kembangkan Senjata Hypersonic Glide Vehicle untuk Serang Target Jauh
China mengembangkan hypersonic glide vehicle (HGV) yang mampu meluncurkan senjata udara-ke-udara untuk menyerang target bernilai tinggi ribuan kilometer jauhnya, termasuk pesawat komando dan tanker bahan bakar udara, menurut Bloomberg dan sumber anonim.
HGV yang diluncurkan dari rudal Dongfeng DF-17 dapat menempuh jarak sekitar 2.414 kilometer, sementara rudal DF-27 yang lebih canggih memiliki jangkauan hingga 8.000 kilometer, berpotensi menjangkau wilayah Hawaii, lapor sumber dari international.sindonews.com dan vietnam.vn.
Militer China menambah kemampuan udara-ke-udara pada beberapa rudal jelajah hipersonik dan mengintegrasikan kemampuan anti-kapal ke dalam beberapa jenis rudal, meningkatkan ancaman terhadap operasi udara, terutama pesawat tanker pengisi bahan bakar, pesawat peringatan dini, dan pos komando terbang seperti E-4B Nightwatch milik Angkatan Udara AS.
Hypersonic glide vehicle adalah hulu ledak yang bisa bermanuver di atmosfer dengan kecepatan hipersonik setelah diluncurkan oleh rudal, memperpanjang jangkauan dan menyulitkan intersepsi oleh musuh, menurut laporan Bloomberg.
Namun, serangan menggunakan rudal balistik yang menempuh jarak maksimum dapat memakan waktu sekitar 20 menit atau lebih, membutuhkan informasi penargetan yang sangat akurat dan terus diperbarui. Panjangnya "rantai serangan" ini membuat operasi lebih mudah terganggu.
Ada pula risiko serangan rudal balistik disalahartikan sebagai serangan nuklir, yang dapat memicu respons nuklir tidak sengaja, kata Bloomberg.
Selain itu, para ilmuwan China mengembangkan sistem panduan berbasis posisi bintang untuk rudal hipersonik agar tetap akurat meskipun sinyal satelit terganggu. Sistem ini menggunakan bintang sebagai titik referensi untuk menentukan posisi dan orientasi target, mengurangi ketergantungan pada sinyal eksternal dan meningkatkan ketahanan senjata ini terhadap gangguan musuh, lapor tekno.sindonews.com.
Aspek paling menantang dalam penggunaan sistem panduan astronomi ini adalah mengatasi panas luar biasa akibat kecepatan tinggi rudal saat melintasi atmosfer, menurut para peneliti di Institut Penelitian Dirgantara Guangdong.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow