China Kirim Pasokan Bantuan Tahap Kedua untuk Bencana Nepal

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah China menyalurkan bantuan kemanusiaan gelombang kedua ke Nepal pada Selasa (1/9) guna mendukung penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan kedua negara. Pengiriman bantuan logistik tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri China di Beijing. "Gelombang kedua pasokan bantuan yang diberikan China kepada Nepal diharapkan akan dikirim hari ini. Pasokan ini mencakup barang-barang yang sangat dibutuhkan seperti drone, peralatan dan 'reagen' untuk pengujian DNA, serta peralatan untuk pemurnian air dan penerangan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

Penyaluran logistik terbaru ini menyusul bantuan tunai darurat dan 50 ton bantuan tahap pertama yang sebelumnya telah mendarat di Kathmandu.

"Para ahli pengujian DNA China juga akan segera berangkat ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu Nepal dalam operasi mereka," tambah Guo Jiakun. Pemerintah China menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan langkah strategis dalam menjaga hubungan bilateral kedua negara.

"Ia menyebut kerja sama penyelamatan dan bantuan internasional adalah keputusan politik penting China dalam mewujudkan persahabatan dengan Nepal," kata Guo Jiakun. Kendati demikian, proses evakuasi di lapangan masih menghadapi hambatan fisik dan ancaman susulan.

"Namun, Guo Jiakun mengaku bahwa jalan dan komunikasi masih terputus di daerah yang terkena longsor ditambah ada risiko keselamatan besar akibat bencana sekunder," kata Guo Jiakun. Tim penyelamat di lapangan terus bergerak menyisir area terdampak. "Operasi penyelamatan dan bantuan intensif masih berlangsung. China akan memberikan informasi terkini tepat waktu tentang bencana dan operasi penyelamatan dan bantuan," ungkap Guo Jiakun.

Fokus utama pergerakan tim evakuasi saat ini menyasar warga terisolasi dan warga negara asing.

"Saat ini, ia menyebut China sedang melakukan segala upaya untuk mencari dan menyelamatkan warga negara China dan warga negara asing yang masih belum ditemukan," kata Guo Jiakun. Kordinasi antarinstansi diplomatik juga terus diperketat untuk mendata seluruh korban. "Pada saat yang sama, kami menjaga komunikasi yang erat dengan kedutaan asing di China untuk bersama-sama mengidentifikasi warga negara asing yang hilang dan menangani masalah tindak lanjut dengan tepat," ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan fisik, pihak otoritas terus memantau pergerakan cuaca dan potensi risiko lanjutan.

"Setelah bencana tersebut, Guo Jiakun mengatakan China juga terus mempertahankan komunikasi yang baik dengan Nepal mengenai pertukaran informasi untuk pencarian dan penyelamatan serta pencegahan bencana sekunder, terus memberikan informasi meteorologi dan hidrologi, melakukan konsultasi profesional, dan mengirimkan peringatan dini yang relevan," kata Guo Jiakun. Komitmen jangka panjang juga disiapkan untuk mitigasi bencana di kawasan perbatasan.

"Kami akan terus memberikan dukungan kuat kepada Nepal dalam penanggulangan bencana, memperkuat kerja sama dalam pencegahan dan mitigasi bencana, dan melindungi kepentingan bersama kedua bangsa," katanya. Data kepolisian Nepal yang dilansir China Central Television (CCTV) pada Selasa (1/9) mencatat korban jiwa akibat tanah longsor di utara Nepal telah menembus 1.056 orang.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal melaporkan sebanyak 4.247 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 590 warga asing dari 39 negara. Sementara itu, lebih dari 10.000 orang termasuk 323 warga asing berhasil dievakuasi, dan China telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel rescue beserta ratusan kendaraan di lokasi bencana.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed