Menteri ESDM Tegaskan Pentingnya Bursa Mineral untuk Kendalikan Harga Komoditas

Smallest Font
Largest Font

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis diperlukan agar Indonesia dapat mengatur harga komoditas sumber daya alamnya sendiri mulai 1 Januari 2027.

Menurut Bahlil, selama ini harga komoditas Indonesia banyak dipengaruhi oleh negara lain, sehingga pemerintah menargetkan bursa tersebut untuk mengendalikan harga secara mandiri. Presiden Prabowo Subianto mendorong agar kekayaan negara dikelola dengan harga yang sesuai keekonomian.

"Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden itu, diharapkan seluruh komoditas sumber daya alam kita yang kita hasilkan dari negara kita, ya kita sendiri yang mengatur harganya. Masa barang-barang punya kita diatur oleh orang (negara) lain. Enak aja!" ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

"Bapak Presiden Prabowo itu pengin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh negara kita dengan harga keekonomian yang baik," sambungnya.

Bahlil mencontohkan komoditas batu bara yang selama ini harganya diatur oleh negara lain dengan harga yang kurang menguntungkan. Pemerintah melakukan pengetatan pasokan untuk menjaga keseimbangan supply and demand sehingga harga batu bara mulai membaik.

"Begitu kita bikin pengetatan, menjaga supply and demand, harganya sekarang udah mulai bagus. Artinya, selama ini memang ada potensi permainan, kan? Begitu kita merapikan, ada yang enggak setuju. Bagi saya, meluluskan apa yang menjadi target pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, apapun kita akan lakukan untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," kata Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa beberapa komoditas penting seperti olahan minyak kelapa sawit (CPO) dan nikel dipertimbangkan masuk ke dalam bursa mineral tersebut.

"Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Ditanya tentang bentuk bursa, Prasetyo menyebut nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex) sebagai nama bursa yang akan diluncurkan. "Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," tambahnya.

Prasetyo juga menyatakan bahwa mekanisme pembentukan harga melalui bursa mineral tersebut masih dalam proses penggodokan oleh pemerintah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed