BUMDes Bersahaja menyediakan internet murah bagi warga Desa Serang

Smallest Font
Largest Font

BUMDes Bersahaja di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi menyediakan layanan internet murah untuk warga dan pelaku UMKM. Program ini dibangun sebagai respons kebutuhan akses internet yang meningkat, dengan pemanfaatan perangkat jaringan yang dikelola BUMDes.

Investor Daily melaporkan, survei Survei Profil Internet Indonesia 2026 oleh APJII menyebut penetrasi internet di Indonesia mencapai 81,7 persen atau 235,26 juta jiwa dari populasi 287,3 juta jiwa.

APJII juga mengungkap alasan penggunaan internet terbesar adalah komunikasi dan jejaring sosial (19,9 persen), hiburan digital seperti streaming dan game (19,7 persen), pencarian informasi dan berita (19,6 persen), serta transaksi e-commerce dan layanan digital (18,7 persen), menurut Investor Daily.

Investor Daily menyebut Direktur BUMDes Bersahaja Yasin mengatakan penyediaan internet murah berawal dari kebutuhan warga saat pandemi Covid-19. Saat itu, aktivitas bekerja, sekolah, hingga berdagang dari rumah membutuhkan internet dengan biaya kuota yang dinilai mahal.

"Dulu ada uang DP, uang pasang, bahkan kalau kabel jauh warga harus bayar lagi. Akhirnya kami hadirkan internet murah tanpa DP, tanpa biaya pemasangan, dan tanpa biaya kabel. Kami mulai merancang program internet murah sejak 2021 dan direalisasikan pada 2022 melalui penyertaan modal desa sebesar Rp200 juta," ujar Yasin, Direktur BUMDes Bersahaja.

Menurut Investor Daily, BUMDes kemudian menggandeng warga yang telah memiliki usaha WiFi dan bekerja sama dengan pihak ketiga, agar usaha warga tetap berjalan dan tidak tersaingi langsung oleh BUMDes.

"Kami menggandeng warga yang sudah ada usaha WiFi dan bekerja sama dengan pihak ketiga agar usaha warga tetap berjalan, serta tidak tersaingi langsung oleh BUMDes," kata Yasin.

Dengan modal awal Rp200 juta, layanan yang awalnya sekitar 100 pelanggan tumbuh menjadi 500 pelanggan, menurut Investor Daily. Pemerintah Desa Serang menambah modal Rp60 juta pada 2024 untuk pengembangan jaringan, sementara BUMDes menargetkan melayani 2.000 pelanggan dalam empat tahun ke depan.

Investor Daily juga menulis bahwa Desa Serang ditetapkan sebagai Desa Digital pada 2023, sehingga pelayanan administrasi desa menggunakan aplikasi online. Yasin menyebut internet membantu pekerjaan kantor, pelayanan masyarakat, serta pelaku UMKM yang berjualan melalui platform digital seperti Shopee dan membuat konten promosi.

"Jadi internet ini sangat membantu pekerjaan kantor dan pelayanan masyarakat, serta pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital seperti Shopee untuk berjualan dan membuat konten promosi," jelas Yasin.

Investor Daily mencatat BUMDes menyediakan tiga jenis tarif: 15Mbps Rp165 ribu per bulan, 20Mbps Rp235 ribu per bulan, 30Mbps Rp295 ribu per bulan, dan 50Mbps Rp400 ribu per bulan. Yasin menyampaikan mayoritas memilih paket 15 Mbps, sedangkan pelanggan yang menjalankan usaha online umumnya memilih di atas 20 Mbps agar koneksi lebih stabil.

"Mayoritas masyarakat memilih paket 15 Mbps karena dinilai cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekolah daring, hingga usaha online. Namun untuk pelanggan yang memiliki usaha online umumnya memilih paket internet di atas 20 Mbps agar koneksi lebih stabil untuk mendukung aktivitas digitalnya," imbuh Yasin.

Untuk pengelolaan layanan, Yasin mengatakan BUMDes menerapkan sistem bagi hasil dengan pihak ketiga: 60 persen pendapatan untuk BUMDes dan 40 persen untuk operasional teknis rekanan. Hasil bagi hasil digunakan membeli perangkat seperti server, sementara teknis operasional ditangani pihak ketiga.

"Hasil bagi hasil itu, kami gunakan membeli perangkat seperti server dan alat-alat, sedangkan teknis operasional ditangani pihak ketiga. Juga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendapatan asli desa (PADes), kegiatan sosial, hingga penambahan modal usaha," kata Yasin.

Investor Daily memuat pernyataan Mantri BRI Unit Serang, Susan, yang mengapresiasi layanan internet murah BUMDes Bersahaja karena mendukung percepatan digitalisasi termasuk penggunaan layanan keuangan digital perbankan. Susan menilai adopsi layanan digital di sejumlah wilayah Desa Serang mencapai sekitar 80 persen.

"Sekarang buka tabungan sudah bisa lewat handphone tanpa perlu datang ke kantor. Kalau mau bikin QRIS juga tinggal WhatsApp, nanti kami datang membantu prosesnya," ujarnya saat dihubungi Investor Daily.

Menurut Susan, kendala jaringan masih ada di beberapa titik terutama di area dalam pasar, sedangkan wilayah sekeliling telah banyak menggunakan QRIS. Susan menyebut BRI Unit Serang juga melakukan edukasi keamanan transaksi digital dan pencegahan penipuan, dengan pendekatan melalui tokoh masyarakat setempat.

"Ke depan, kami ingin lebih dekat lagi ke desa-desa, termasuk melalui kegiatan dan program pemberdayaan masyarakat," ungkap Susan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed