Bulog Tunggu Anggaran Kemenkeu untuk Salurkan Bantuan Beras Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Kelanjutan program bantuan pangan berupa beras seberat 10 kilogram direncanakan bergulir kembali mulai Juli ini hingga tiga bulan ke depan. Namun, realisasi penyaluran komoditas tersebut masih menghadapi kendala administratif terkait kesiapan anggaran negara.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa stok beras untuk menopang program tersebut sebenarnya berada dalam posisi aman. Seperti dilansir dari Detik Finance, kendala utama saat ini terletak pada belum turunnya surat penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Keterlambatan penugasan ini terjadi karena Bapanas masih menunggu restu pencairan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang diajukan kepada Kementerian Keuangan. Pihak otoritas pangan tidak dapat memberikan perintah kerja sebelum kepastian dana dari pemerintah pusat diterbitkan.

"Oh ya, bantuan ini akan berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas. Karena Bapanas juga tidak berani menugaskan kami walaupun kita ada stok berasnya kalau belum turun anggarannya.

ABT-nya belum keluar. Menunggu ABT dari Kemenkeu," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Program jaring pengaman sosial ini digagas kembali oleh pemerintah untuk membentengi daya beli masyarakat dari guncangan kenaikan harga kebutuhan pokok. Alokasi bantuan beras disiapkan menyasar sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia dengan Kementerian Sosial bertindak selaku pelaksana teknis.

Keputusan memperpanjang durasi bantuan pangan diambil dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan kebijakan tersebut pada Selasa (9/6/2026).

"Masuk musim kemarau nanti dan juga melihat perkembangan yang terakhir agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah. Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," terang Zulkifli Hasan.

Walaupun skema dirancang berjalan selama tiga bulan, proses distribusi di lapangan berpeluang tidak dilakukan secara berturut-turut dari Juli hingga September. Manajemen penyaluran logistik ini harus menyesuaikan dengan pergeseran dinamika musim paceklik di berbagai daerah pertanian.

"Tapi yang Juli harus. Berarat lebih kurang 1 juta ton," ujarnya.

Zulkifli Hasan menambahkan bantuan ini tidak akan berdampak terhadap stok beras yang ada. Pasalnya kata Zulkifli Hasan, saat ini stok beras Indonesia mencapai 5,2 juta ton.

"Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang sekitar 1 juta ton," tuturnya lagi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed