BSI Perdagangkan Emas Bullion 8 Komat 06 Ton Per Juni 2026
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan lonjakan transaksi perdagangan emas melalui layanan bullion bank hingga mencapai 8,06 ton per Juni 2026. Berdasarkan data yang dilansir dari Investor Daily, jumlah nasabah bullion perseroan kini telah melampaui 1,3 juta orang.
Pertumbuhan pesat ini ditunjukkan oleh kenaikan jumlah nasabah bullion BSI sebesar 700 persen secara tahunan (YoY) sejak awal tahun 2026. Lonjakan basis nasabah tersebut turut mendorong pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) dari bisnis emas meroket hingga 712 persen secara tahunan.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, memberikan penjelasan mengenai faktor pendorong utama di balik melesatnya tren investasi emas di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.
"Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang," ujar Cahyo dalam keterangan resmi pada Senin (29/7/2026).
Ia menuturkan bahwa ekspansi bisnis bullion tersebut berfungsi memperkuat kedudukan BSI sebagai penyedia layanan ekosistem emas syariah nasional, sekaligus menjadi motor penggerak baru bagi pendapatan berbasis komisi perseroan.
Layanan bullion ini melengkapi lini ekosistem emas yang dikelola BSI, menyempurnakan fasilitas cicil emas, gadai emas, serta penjualan BSI Emas yang sudah beroperasi sebelumnya. Total outstanding pembiayaan gadai dan cicil emas di BSI Emas terhitung menembus Rp 30,5 triliun pada Juni 2026, atau melonjak 80,50 persen.
Hingga Juli 2026, akumulasi kontribusi dari seluruh segmen bisnis emas telah menyumbang fee-based income sebesar Rp 2,10 triliun bagi perseroan, atau tumbuh 100 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. BSI menargetkan penguatan ekosistem emas syariah untuk memperluas inklusi keuangan nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow