BPS Catat Jumlah Pengangguran Indonesia Turun Jadi 722 Juta Orang
Jumlah pengangguran di Indonesia berkurang menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir dari Investor Daily. Walaupun angka pengangguran mengalami penurunan, struktur ketenagakerjaan nasional masih didominasi oleh pekerja informal yang mencapai 87,88 juta orang.
BPS mencatat populasi yang bekerja di Indonesia mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah 522.000 orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, kelompok pekerja formal tercatat sebanyak 60,31 juta orang atau mencakup 40,70 persen dari total penduduk bekerja.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, memaparkan perkembangan lonjakan tenaga kerja tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (5/8/2026).
"Dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang di antaranya bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522.000 orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026," kata M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.
Penambahan jumlah orang bekerja ini berdampak langsung pada tingkat pengangguran terbuka yang menyusut tipis dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen.
"Di sisi lain, angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari 2026," ujar M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.
Meskipun pengangguran berkurang, pasar kerja Indonesia masih didominasi oleh 98,98 juta pekerja penuh, 38,42 juta pekerja paruh waktu, serta 10,79 juta pekerja setengah penganggur yang naik 59.000 orang dari Februari 2026.
Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 28,75 persen, disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80 persen, serta industri pengolahan sebanyak 13,53 persen. Penambahan pekerja terbanyak terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum yang mencapai 195.000 orang, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran mengalami penurunan terdalam hingga 128.000 pekerja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow