BPS Catat 49,21 Juta Penduduk Indonesia Bekerja Tidak Penuh
Sebanyak 49,21 juta penduduk Indonesia dilaporkan bekerja tidak penuh per Mei 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dilansir dari Detik Finance di Jakarta pada Rabu (5/8/2026).
Jumlah tersebut mencakup sekitar sepertiga dari total 148,19 juta penduduk bekerja, yang terdiri atas pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran. Di sisi lain, jumlah pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam sepekan mencapai 98,98 juta orang, meningkat 391.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan rincian proporsi tenaga kerja penuh dalam konferensi pers di Kantor BPS.
"Persentase pekerja yang bekerja penuh atau sama dengan atau lebih dari 35 jam per minggu sebesar 66,80% atau sekitar 98,98 juta orang. Proporsi pekerja penuh ini terus mengalami peningkatan sekitar 0,03% dari 66,77% di bulan Februari 2026," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud.
Dari kelompok pekerja tidak penuh, sebanyak 38,41 juta orang merupakan pekerja paruh waktu yang bertambah 72.000 orang dari Februari 2026. Sementara kategori setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang, bertambah 59.000 orang dari periode sebelumnya.
"Di antara pekerja yang tidak penuh, tingkat setengah penganggurannya yaitu pekerja dengan jam kerja di bawah 30 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan mengalami kenaikan menjadi 7,28% dari sebelumnya sebesar 7,27% pada bulan Februari 2026," kata Edy.
Selain itu, BPS mencatat jumlah angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja atau menjadi pengangguran sebanyak 7,22 juta orang. Jumlah pengangguran tersebut berkurang sekitar 24.000 orang jika dibandingkan dengan data Februari 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow