BMW Pangkas 8000 Pekerja Efek Tekanan Produsen Otomotif China

Smallest Font
Largest Font

Produsen otomotif asal Jerman, BMW, merencanakan pemangkasan hingga 8.000 tenaga kerja di Jerman melalui program pengunduran diri sukarela yang disepakati bersama perwakilan karyawan pada Rabu (29/7/2026). Langkah ini diambil guna menekan biaya operasional di tengah tekanan persaingan dari produsen kendaraan listrik asal China.

Juru bicara BMW menyatakan bahwa kesepakatan program pesangon tersebut menyasar divisi administrasi dan pengembangan, sementara bagian operasional produksi tidak terdampak dari kebijakan ini. Dari total sekitar 160.000 hingga 150.000 pekerja global BMW, sebanyak 80.000 orang di antaranya berbasis di Jerman. Angka pemangkasan ini mencakup sekitar 5 persen dari keseluruhan tenaga kerja perusahaan.

Pengurangan karyawan ini dipicu oleh penurunan proyeksi margin keuntungan BMW untuk tahun ini menjadi 1 hingga 3 persen, merosot dari pencapaian 10 persen pada 2023. Penjualan BMW di China tercatat terus menurun, dari puncaknya hampir 850.000 unit pada 2021 menjadi 626.000 unit pada tahun lalu, dan hanya mencapai 260.000 unit pada paruh pertama 2026.

Perusahaan menghadapi persaingan harga yang sengit di China, beban tarif impor dari Amerika Serikat, serta biaya transisi menuju kendaraaan listrik. Selain penurunan pasar China, perkembangan negatif situasi geopolitik di Timur Tengah juga mendasari langkah efisiensi efisiensi struktur perusahaan tersebut.

"Grup BMW secara proaktif membentuk perubahan mendalam yang terjadi di lingkungan operasinya. Ini mencakup transformasi teknologi industri otomotif, ketidakpastian geopolitik, perubahan kondisi pasar, dan perkembangan di China," kata juru bicara BMW.

Program pengunduran diri sukarela yang dirancang oleh Chief Executive Milan Nedeljković dan Ketua Dewan Kerja Martin Kimmich ini dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober 2026 hingga akhir 2027. Melalui langkah pengetatan anggaran ini, BMW menargetkan penghematan tahunan sekitar 1 miliar euro mulai tahun 2028.

"Merepons pasar yang runtuh di China sekaligus bekerja untuk memperkuat daya saing lokasi di Jerman," kata Horst Ott, pejabat serikat pekerja IG Metall dan anggota dewan BMW.

Langkah efisiensi BMW menambah deretan pemangkasan tenaga kerja di industri otomotif Jerman. Volkswagen sebelumnya mengonfirmasi rencana pemangkasan hingga 100.000 pekerja serta penutupan empat pabrik, sementara Porsche menyepakati pengurangan total 9.000 pekerja hingga 2035 mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed