BMKG Prediksi Cuaca Berawan dan Hujan Ringan di Jakarta dan Waspada Kekeringan Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026, umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian Jakarta Selatan pada sore hari.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan meteorologis untuk periode 1-10 Agustus 2026 di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk seluruh kabupaten/kota di DKI Jakarta.

Prakiraan cuaca BMKG untuk Rabu pagi menyebutkan kondisi cerah berawan di sebagian besar wilayah Jakarta, dengan Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur yang berawan.

"Rabu, 5 Agustus 2026 pagi hari (07.00 - 13.00 WIB) secara umum cerah berawan-berawan," kata BMKG.

Siang hingga sore hari kondisi serupa tetap berlaku, namun Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta wilayah Bogor berpotensi mengalami hujan ringan.

"Siang dan sore Hari (13.00 - 19.00 WIB): Secara umum cerah berawan - berawan; berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kab. Bogor," jelas BMKG.

Prediksi cuaca untuk Kamis (6/8/2026) menunjukkan seluruh DKI Jakarta akan didominasi cuaca berawan dengan suhu udara mencapai 32 derajat Celsius di beberapa wilayah, terutama Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, demikian laporan Kompas.com.

Meski berawan, suhu siang hari cukup terik sehingga masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara pada Jumat (7/8/2026), sebagian wilayah Jakarta seperti Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu diperkirakan mulai cerah berawan dengan suhu tertinggi di Jakarta Selatan mencapai 33 derajat Celsius.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk awal Agustus 2026, dengan banyak wilayah di Indonesia termasuk DKI Jakarta berada dalam status waspada, siaga, hingga awas terhadap potensi kekeringan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa El Nino yang kini dalam kategori kuat akan memperparah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering, terutama pada Agustus hingga September 2026.

"El Nino merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Nino memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung oleh informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Faisal.

Faisal menambahkan bahwa informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata agar pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bisa melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi.

BMKG terus memperkuat layanan informasi iklim yang mendukung berbagai sektor, termasuk pertanian, sumber daya air, kesehatan, dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BMKG juga mencatat peningkatan titik panas yang menunjukkan risiko kebakaran hutan dan lahan terutama di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau, dengan puncak risiko diperkirakan Agustus hingga September 2026.

Untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla, BMKG memperkuat operasi penyemaian awan di berbagai wilayah prioritas sejak akhir Juli 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed