BMKG Konfirmasi Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Akibat Aktivitas Subduksi
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara pada Jumat pagi, 24 Juli 2026. Gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut dengan pusat gempa dangkal dan tidak berpotensi tsunami, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 115-118 kilometer barat daya Ternate pada kedalaman antara 10 hingga 27 kilometer. Koordinat episenter gempa tercatat di sekitar 0,72° hingga 0,75° Lintang Utara dan 126,31° hingga 126,33° Bujur Timur.
Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini merupakan gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik (thrust fault) yang dipicu oleh aktivitas subduksi. Intensitas gempa dirasakan hingga tingkat V MMI di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang menyebabkan kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap rusak.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," ujar Wijayanto.
Di wilayah sekitar seperti Kayoa, Halmahera Selatan, dan Kota Tondano, getaran terasa dengan intensitas IV MMI, sementara di Kota Tidore, Jailolo, dan Bitung, guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami. "Gempa tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan resmi BMKG.
Meski belum terjadi gempa susulan hingga pukul 06.25 WIB, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mempercayai informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain gempa di Ternate, pada hari yang sama juga terjadi gempa di Kabupaten Sarmi, Papua, dengan magnitudo 4,9 yang dipicu aktivitas sesar Mamberamo. BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan mengimbau kewaspadaan terhadap gempa susulan.
Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat ada 22 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dengan gempa di Ternate merupakan yang terbesar selama periode tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow