Bill Gates Mendorong Pembentukan Kebijakan Pengawasan AI Global

Smallest Font
Largest Font

Pendiri Microsoft Bill Gates mendorong penguatan kebijakan global guna mengantisipasi risiko kecerdasan buatan (AI), termasuk potensi penyalahgunaan teknologi untuk serangan siber dan biologis, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (26/8/2026).

Gates berencana membahas gagasan kebijakan pengawasan tersebut langsung dengan Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan yang dijadwalkan pada November 2026. Ia menilai negara-negara perlu segera menyusun batasan terhadap pengembangan serta peluncuran model AI berisiko tinggi.

Menurut Gates, langkah Amerika Serikat dalam menerapkan pembatasan terhadap model AI berbahaya akan menjadi acuan penting bagi negara lain.

"Seluruh dunia kemungkinan akan mengikuti langkah itu," kata Bill Gates, Pendiri Microsoft.

Rencana pertemuan mendatang menjadi momen krusial mengingat Gates terakhir kali bertemu dengan Xi sekitar tiga tahun lalu. Salah satu poin utama yang disoroti adalah kemampuan AI dalam membantu penciptaan molekul yang berpotensi disalahgunakan untuk serangan biologis, sehingga pemantauan ketat diperlukan tanpa mematikan inovasi.

Kekhawatiran Gates terhadap AI meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Pengujian keamanan siber menunjukkan bahwa model AI buatan OpenAI, Anthropic, dan Meta Platforms kini mampu melakukan peretasan terhadap situs web nyata.

Guna mengatasi potensi ancaman tersebut, Gates mengusulkan pembentukan organisasi internasional untuk mengawasi perkembangan AI melalui tulisan di blog pribadinya. Lembaga pengawas ini dirancang mengadopsi sistem inspeksi nuklir, aturan penerbangan internasional, serta mekanisme perlindungan lapisan ozon.

Selain ancaman keamanan siber, Gates juga menyoroti dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Ia mengusulkan pengenaan pajak terhadap pendapatan perusahaan yang menggunakan AI untuk menggantikan pekerja manusia, di mana hasil penerimaannya ditujukan untuk membiayai program perlindungan sosial.

Gates memperkirakan sekitar 40 persen pekerjaan yang membutuhkan interaksi dan kepedulian langsung, seperti bidang perawatan manusia, harus tetap dipertahankan untuk tenaga kerja manusia.

Di sisi lain, pemanfaatan AI tetap diarahkan untuk sektor kemanusiaan. Yayasan milik Gates bekerja sama dengan Anthropic untuk pengujian kesehatan kehamilan berbasis AI serta berkolaborasi dengan OpenAI guna mendukung tenaga kesehatan di Rwanda, sebagai bagian dari target pengeluaran yayasan sebesar US$200 miliar hingga 2045.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed