Biaya Renovasi Kantor Jakarta Lebih Rendah Dibanding Kota Utama Asia Tenggara
Biaya renovasi dan penataan ulang kantor di Jakarta lebih rendah dibanding beberapa kota utama di Asia Tenggara meski tekanan harga material, nilai tukar, dan teknologi bangunan masih memengaruhi proyek, dilansir dari Investor Daily.
Berdasarkan Asia Pacific Office Fit-Out Costs Guide 2026 dari JLL, biaya renovasi kantor di Jakarta lebih murah dibanding Singapura, Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok. Rata-rata biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik mencapai sekitar US$1.550 per meter persegi dan naik 2–5% dari tahun sebelumnya.
Martin Hinge, Executive Managing Director Project & Development Services JLL Asia Pacific, mengatakan bahwa perbedaan biaya dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga kerja, standar kualitas bangunan, harga material, persaingan kontraktor, dan nilai tukar.
"Biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik menunjukkan variasi yang lebih beragam dibandingkan kawasan lain. Jepang, Singapura, Australia, dan Selandia Baru memiliki biaya renovasi yang lebih tinggi dari kota di negara lainnya," ujar Martin.
Martin menambahkan bahwa India, China, dan beberapa negara Asia Tenggara masih memiliki biaya yang lebih kompetitif, namun pergerakan nilai tukar lebih berpengaruh dibanding penurunan biaya produksi.
"Karena itu, analisis pada tingkat kota menjadi jauh lebih relevan dibanding sekadar melihat rata-rata kawasan," tambahnya.
Di Indonesia, mekanikal dan elektrikal (M&E) menjadi komponen terbesar dalam biaya renovasi kantor, diikuti pekerjaan konstruksi. Jasa profesional menempati porsi biaya lebih kecil, mencerminkan kebutuhan sistem pendingin, kelistrikan, pencahayaan, dan teknologi yang kompleks.
Rosari Chia, Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia, menyatakan bahwa posisi Jakarta bisa menjadi referensi perusahaan dalam strategi renovasi dan investasi ruang kerja.
"Perbandingan biaya penataan ulang kantor Jakarta dengan kota utama lainnya di kawasan memberikan referensi bagi perusahaan dalam menentukan prioritas, strategi pengadaan, serta perencanaan ruang kerja yang selaras dengan kondisi pasar," ujar Rosari.
Tekanan biaya masih menjadi perhatian utama di Asia Pasifik. Sebanyak 68% pemimpin fungsi biaya menyebut harga baja dan tembaga sebagai faktor utama dalam perencanaan proyek. Volatilitas nilai tukar serta kondisi geopolitik dan harga energi menambah ketidakpastian pengadaan material.
Daniel Malacchini, Head of Cost Advisory & Cost Management JLL Asia Pacific, mengatakan bahwa perusahaan makin mempertimbangkan faktor geopolitik dan akses rantai pasok saat mengevaluasi biaya proyek.
"Kami melihat, hal ini mendorong diskusi dengan banyak perusahaan yang mempertimbangkan dampak geopolitik dan akses terhadap rantai pasok saat mengevaluasi risiko biaya proyek serta upaya mitigasi yang diperlukan," ujarnya.
Selain tekanan biaya, tren renovasi kantor mulai bergeser ke ruang kerja hemat energi dan berperforma lebih baik. Laporan JLL mencatat 88% pasar Asia Pasifik mengalami peningkatan permintaan proyek sustainable fit-out, dan sekitar 46% organisasi menerapkan langkah pengurangan konsumsi energi.
Shweta Choudhari, Director Research and Strategy Work Dynamics Asia Pacific JLL, menjelaskan bahwa proyek penataan ulang kantor di Asia Pasifik semakin kompleks karena tantangan makroekonomi global dan regional yang mempengaruhi biaya, kelayakan konstruksi, dan pelaksanaan lokal.
"Meskipun situasi ekonomi mulai stabil di beberapa wilayah sepanjang 2025 hingga awal 2026, tantangan makroekonomi masih memengaruhi prediktabilitas biaya, kelayakan konstruksi, serta pelaksanaan proyek di tingkat lokal," ujar Shweta.
Menurut Shweta, pemahaman kondisi pasar lokal sangat penting agar perusahaan dapat menyesuaikan perencanaan proyek dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski biaya renovasi Jakarta relatif lebih rendah, tekanan biaya proyek tetap ada dan perusahaan perlu mempertimbangkan harga material, nilai tukar, efisiensi energi, dan teknologi saat merencanakan penataan ulang kantor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow