Samsung Dominasi Pasar Smartphone Asia Tenggara Kuartal II 2026
Pasar smartphone di kawasan Asia Tenggara mengalami kemerosotan tajam pada kuartal II 2026. Laporan Counterpoint Research mencatat pengiriman perangkat seluler di wilayah ini anjlok hingga 15% secara tahunan (year-on-year/YoY), seperti dikutip dari Detik iNET.
Penurunan ini menjadi kontraksi terdalam sejak kuartal I 2023 yang saat itu terkoreksi 13% YoY. Lonjakan biaya komponen terutama memori, lemahnya daya beli konsumen, serta pergeseran belanja musim perayaan ke kuartal pertama menjadi pemicu utama.
Senior Analyst Counterpoint Research Shilpi Jain menjelaskan bahwa kombinasi tekanan biaya produksi dan melesunya permintaan pasar berdampak signifikan bagi para produsen.
"Perlambatan Q2 2026 mencerminkan kombinasi tekanan biaya dan melemahnya permintaan di seluruh Asia Tenggara. Pasar juga terdampak oleh waktu pembelian musim perayaan, yang menggeser sebagian permintaan ke kuartal pertama," kata Jain.
Jain menambahkan bahwa situasi ini menuntut vendor untuk memperkuat kanal distribusi dan aktivitas promosi. Selain itu, ketergantungan terhadap kelompok konsumen yang lebih stabil secara ekonomi menjadi semakin krusial.
Di tengah lesunya pasar, Samsung justru mencatatkan kenaikan pengiriman sebesar 6% YoY. Pabrikan asal Korea Selatan ini memperluas pangsa pasarnya dari 19% menjadi 24% pada Q2 2026.
Keberhasilan Samsung didukung oleh pasokan produk yang stabil, penyesuaian harga yang terkendali, program promosi pertengahan tahun, serta tingginya minat terhadap lini perangkat flagship.
Di posisi kedua, Xiaomi mempertahankan pangsa pasar sebesar 18%, meskipun total pengirimannya menyusut 18% YoY. Sementara itu, Oppo mengalami penurunan paling drastis dengan shipment anjlok 34% YoY dan pangsa pasar yang tergerus dari 22% menjadi 17%.
Transsion menempati urutan berikutnya dengan pangsa 15% setelah pengirimannya turun 12%. Apple tetap berada di lima besar dengan mengamankan pangsa pasar 9%, naik dari 8% pada tahun sebelumnya.
Shipment iPhone hanya berkurang sekitar 2% YoY, jauh lebih tangguh dibandingkan penurunan pasar secara umum. Capaian Apple ditopang oleh perluasan jaringan toko fisik, strategi lokal yang lebih tepat, serta kekuatan ekosistem produknya.
Di luar kelompok lima besar, Honor mencatatkan lonjakan signifikan. Pengiriman perangkat dari vendor asal China ini melesat 61% YoY berkat ekspansi ritel dan penataan portofolio produk yang agresif.
Penjualan Smartphone Murah Anjlok Tajam
Sektor smartphone kelas bawah mengalami dampak paling berat dalam periode ini. Pengiriman unit HP berharga di bawah USD 150 anjlok hingga 38% YoY, disusul penurunan 11% pada segmen harga USD 250-499.
Sebaliknya, kategori menengah-atas hingga premium justru mengalami kenaikan pesat. Shipment smartphone pada rentang USD 500-699 melambung 74%, sedangkan kelas premium di atas USD 700 tumbuh 18% YoY.
"Segmen entry-level menjadi yang paling terpukul, dengan shipment di bawah USD 150 turun 38% YoY dan segmen USD 250-499 turun 11% karena OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas entry-level," jelas Jain.
Kondisi ini menegaskan bahwa daya beli konsumen segmen premium masih sangat solid. Tren pasar Asia Tenggara pun secara perlahan bergeser ke arah perangkat yang lebih berkualitas tinggi.
Counterpoint memproyeksikan tekanan pasar masih akan berlanjut hingga semester kedua 2026. Kenaikan harga komponen diperkirakan membatasi opsi harga vendor, sementara konsumen cenderung lebih menahan diri untuk mengganti ponsel baru.
Para vendor diprediksi akan mengubah strategi dengan lebih memprioritaskan pengelolaan stok, pengembangan lini kelas menengah hingga premium, serta fokus pada profitabilitas daripada sekadar mengejar kuantitas penjualan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow