BI Siapkan Mitigasi Dampak El Nino Terhadap Pasokan Pangan

Smallest Font
Largest Font

Bank Indonesia menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan. Langkah ini diambil guna menekan risiko lonjakan inflasi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (19/8/2026), gangguan rantai pasok akibat perubahan cuaca serta potensi kenaikan biaya produksi berisiko memberikan tekanan langsung terhadap tingkat inflasi nasional. Deputi Gubernur BI, Ricky Perdana Gozali, menjelaskan bahwa potensi penguatan El Nino perlu diwaspadai hingga beberapa bulan ke depan.

"Kita harus waspada di ke depan, ini terutama perlu mewaspadai risiko dari El Nino, ini El Nino diperkirakan akan lebih kuat hingga bulan Oktober 2026 di kawasan Indonesia Timur, serta tekanan biaya produksi," ucap Ricky dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Agustus 2026 yang berlangsung secara virtual pada Rabu (19/8/2026).

Meskipun inflasi tahunan pada Juli 2026 tercatat melandai ke angka 2,88% dari bulan sebelumnya sebesar 3,34%, BI tetap memfokuskan pengendalian pada komoditas pangan yang rawan berfluktuasi. "Khusus untuk El Nino ini kita akan fokus kepada komoditas beras, cabai, dan bawang merah," tutur dia.

Guna meredam gejolak harga, BI mengintensifkan sinergi bersama Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui penguatan distribusi dan teknologi pertanian. "Strategi pengendalian inflasi akan tetap fokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Kami akan melakukan digital farming, terus pertanian yang presisi, penguatan pasca panen dan hilirisasi pangan," terang Ricky.

BI juga memperkuat Kerja Sama Antardaerah melalui skema Business-to-Business (B2B), intervensi subsidi ongkos angkut, serta pelaksanaan gerakan pasar murah secara tepat sasaran. Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa respons bauran kebijakan moneter terus diperkuat untuk menjaga inflasi sesuai kisaran sasaran 2,5%±1% pada 2026 dan 2027 sekaligus menstabilkan nilai tukar rupiah. "Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP/TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), guna mengendalikan inflasi pangan termasuk antisipasi risiko gangguan cuaca (El Nino) terhadap harga pangan," tutur dia.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Aida Suwandi Budiman, memperkirakan pergerakan inflasi dapat mengalami tren kenaikan di penghujung tahun namun akan tetap berada dalam rentang yang terkendali.

"Tidak dipungkiri inflasi tetap dalam kondisi sedikit mengalami kenaikan di akhir tahun, tetapi semuanya masih dalam target 2,5±1%, bahkan hanya sedikit di atas 3%," tutur Aida.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed