BI dan ASPI Meluncurkan Kartu Kredit Indonesia Berbasis Sistem GPN
Infrastruktur Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) kini resmi menopang skema pemrosesan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI), sebagaimana dikutip dari Detik Finance. Skema pemrosesan KKI beroperasi penuh di dalam negeri lewat jaringan GPN. Sistem ini berbeda dari jaringan internasional seperti Visa dan Mastercard yang memproses transaksi melalui fasilitas luar negeri. BI menyebut skema pemrosesan domestik memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam ekosistem digital nasional sekaligus menyediakan alternatif fasilitas kredit guna mendukung konsumsi masyarakat.
"Kehadiran instrumen ini memperkuat ekonomi keuangan digital nasional melalui peningkatan efisiensi transaksi, perluasan inklusivitas penyelenggara dan pengguna, serta penguatan daya saing pelaku usaha," tulis BI dalam keterangan di situs resminya pada Rabu (19/8/2026).
Instrumen KKI dirancang fleksibel untuk kebutuhan transaksi harian karena dapat terhubung langsung sebagai sumber dana pada layanan QRIS, baik menggunakan metode pindai (scan) maupun Tap. Langkah integrasi tersebut memanfaatkan penetrasi QRIS yang mencapai 65,77 juta pengguna hingga Juni 2026. Sebanyak 6,23 juta di antaranya merupakan pengguna baru pada periode Januari-Juni 2026.
Jaringan QRIS juga mencakup 44,86 juta merchant, dengan porsi 96,68% berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Komposisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya dimanfaatkan usaha berskala besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha mikro dan kecil secara luas," paparnya.
Aksesibilitas KKI ke QRIS membedakannya dari Visa dan Mastercard yang belum terhubung langsung dengan metode pembayaran QRIS serta masih bertumpu pada penetrasi jaringan mesin EDC fisik. Saat ini terdapat delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang menerbitkan KKI, yaitu BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan BSI yang memfokuskan layanan pada pembiayaan syariah. "Ke depan, Kartu Kredit Indonesia akan terus dikembangkan, baik dari sisi fitur maupun layanan," terang BI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow