BCA Bagikan Dividen Interim Kuartal III 2026 Rp3,07 Triliun

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyalurkan dividen interim kuartal III tahun buku 2026 sebesar Rp3,07 triliun atau Rp25 per saham, berkat pencapaian kinerja keuangan yang solid dan likuiditas yang terjaga pada semester I 2026.

Keputusan pembagian dividen interim kedua sepanjang tahun 2026 tersebut telah mengantongi persetujuan Dewan Komisaris BCA pada 19 Agustus 2026.

"Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia," kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong.

Pemegang saham pengendali BCA, PT Dwimuria Investama Andalan yang dikuasai Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono, berpotensi mengantongi Rp1,69 triliun atas kepemilikan 67,73 miliar lembar saham.

Sementara itu, konglomerat Anthoni Salim diperkirakan meraup Rp35,41 miliar dari porsi kepemilikan 1,41 miliar saham atau 1,15%, sedangkan sisa dividen Rp1,37 triliun dialokasikan untuk pemegang saham publik.

Langkah penambahan frekuensi pembagian dividen interim dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun juga dipandang sebagai bentuk pengelolaan sentimen pasar saham.

"Efektivitasnya lebih ke behavioral finance, lebih banyak 'positive news event' sepanjang tahun sehingga bisa menjaga engagement dan mengurangi (reduced) persepsi volatilitas (perceived volatility)," kata Head of Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi.

Meski harga saham BBCA terkoreksi 20,12% secara tahun berjalan ke level Rp6.450 per Jumat (21/8/2026), kinerja operasional perseroan tetap tumbuh membaik.

Penyaluran kredit BCA hingga Juni 2026 tumbuh 8% secara tahunan (YoY) mencapai Rp1.036 triliun, sementara akumulasi laba bersih hingga Juli 2026 menembus Rp35,3 triliun.

Pencapaian laba didorong pemulihan Net Interest Margin (NIM) ke level 5,5% pada Juli 2026 serta rasio dana murah (CASA) yang mencetak rekor 85,4%.

"Ekspektasi pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), berlanjutnya efisiensi, serta bantalan modal yang solid dinilai akan terus mendukung ketahanan laba bank di tengah dinamika pasar," kata Analis MNC Sekuritas Victoria Venny.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.700 per saham.

Berdasarkan jadwal perseroan, perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 28 Agustus 2026, diikuti periode ex dividen pada 31 Agustus 2026.

Tanggal pencatatan penerima dividen (recording date) ditetapkan pada 1 September 2026, sedangkan pembayaran dividen interim dijadwalkan pada 16 September 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed