BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun Kuartal III 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membagikan dividen interim sebesar Rp3,07 triliun untuk kuartal III tahun buku 2026 sebagai refleksi kinerja keuangan yang solid dan likuiditas terjaga, dilansir dari suaragarut.id.

Dividen interim ini merupakan bagian dari rencana pembagian dividen tiga kali sepanjang tahun 2026 dengan nilai Rp25 per saham untuk periode ini. Pemegang saham pengendali, PT Dwimuria Investama Andalan, yang dikuasai oleh Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono, diperkirakan menerima Rp1,69 triliun atau 54,942% dari total dividen dengan kepemilikan 67,73 miliar saham BCA.

Konglomerat Anthoni Salim memperoleh sekitar Rp35,41 miliar sesuai porsi kepemilikan 1,41 miliar saham atau 1,15%, sedangkan sisanya sebesar Rp1,37 triliun dialokasikan kepada pemegang saham publik.

Muhammad Wafi, Head of Korea Investment & Sekuritas Indonesia, menilai bahwa penambahan frekuensi dividen interim dari dua menjadi tiga kali per tahun bertujuan sebagai strategi pengelolaan sentimen pasar.

"Efektivitasnya lebih ke behavioral finance, lebih banyak 'positive news event' sepanjang tahun sehingga bisa menjaga engagement dan mengurangi persepsi volatilitas," ujar Muhammad Wafi.

Meskipun harga saham BCA terkoreksi 20,12% sepanjang tahun berjalan hingga Rp6.450 per saham pada 21 Agustus 2026, kinerja operasional BCA tetap menunjukkan pertumbuhan positif.

Penyaluran kredit BCA hingga Juni 2026 naik 8% secara tahunan mencapai Rp1.036 triliun, melampaui level Rp1.000 triliun untuk pertama kalinya. Hingga Juli 2026, BCA mencatat laba bersih kumulatif sebesar Rp35,3 triliun dengan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,5% dan rasio dana murah (CASA) mencapai 85,4% yang mendukung profitabilitas bank.

Victoria Venny, analis MNC Sekuritas, merekomendasikan beli saham BCA dengan target harga Rp8.700. Dalam risetnya, dia menulis, "Ekspektasi pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), efisiensi berkelanjutan, serta bantalan modal yang solid dinilai akan mendukung ketahanan laba bank di tengah dinamika pasar."

Keputusan pembagian dividen interim ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris BCA pada 19 Agustus 2026. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan nilai dividen interim yang lebih tinggi mencerminkan kinerja solid BCA pada semester I 2026 dan diharapkan menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 28 Agustus 2026, sedangkan perdagangan tanpa hak dividen (ex dividen) dimulai pada 31 Agustus 2026 dengan tanggal pencatatan penerima dividen pada 1 September 2026. Seluruh dividen interim akan dibayarkan kepada pemegang saham yang berhak pada 16 September 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed