Bapenda Jabar Sediakan KiosK Samsat di 175 Lokasi untuk Bayar Pajak
Pembayaran pajak kendaraan bermotor kini dapat diakses masyarakat secara mandiri tanpa memerlukan bantuan petugas maupun jasa calo. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat meluncurkan layanan digital KiosK Samsat berbasis data kependudukan, dilansir dari Detik Oto.
Perangkat mesin mandiri ini dihadirkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah personel sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan. Penyelenggaraan administrasi kendaraan bermotor sendiri mengikutsertakan tiga instansi dalam Tim Pembina Samsat, yakni Polda Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bapenda, serta PT Jasa Raharja.
Kepala Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Bapenda Jabar, Dwi Agus Sulistyo, mengutarakan bahwa integrasi data kependudukan menjadi solusi utama agar verifikasi tetap berjalan sah meskipun tanpa verifikasi manual oleh petugas.
"Kami mencari alternatif bagaimana tanpa keberadaan petugas, tetapi masyarakat tetap membayar pajak. Karena sejatinya, menurut kewenangan mitra kepolisian dalam hal registrasi dan identifikasi, biasanya yang membayar pajak itu harus yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan," kata Dwi Agus Sulistyo.
Keamanan dan kepastian identitas wajib pajak pada sistem KiosK Samsat dijamin melalui pemanfaatan teknologi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pemindai sidik jari (fingerprint) pada card reader, serta pemindaian wajah (face recognition).
"Jadi, walaupun tidak ada petugas, kami bisa menerima pendapatan dari pajak kendaraan bermotor," ujar Dwi Agus Sulistyo.
Sebanyak 175 unit KiosK Samsat telah ditempatkan di lokasi strategis yang dekat dengan aktivitas warga, meliputi area pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, jaringan kantor Bank BJB, hingga daerah pelosok.
"Kita substitusi dengan perangkat ini yang kita namakan KiosK Samsat," tutur Dwi Agus Sulistyo.
Inovasi ini ditargetkan berkembang lebih luas ke depannya. Bapenda Jabar berencana memperluas jangkauan fasilitas tersebut agar mampu menjangkau seluruh kawasan pedesaan di Jawa Barat.
"Idealnya harapan kami satu desa satu perangkat. Sehingga harapannya masyarakat semakin mudah membayar pajak, tidak harus jauh-jauh ke kantor Samsat yang terbatas, tetapi di lingkungan sekitarnya pun sudah bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan," kata Dwi Agus Sulistyo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow