Bank Mandiri Perkuat Tata Kelola Digital dan Ketahanan Siber Berkelanjutan
Bank Mandiri terus mengukuhkan komitmen perlindungan nasabah dengan memperkuat tata kelola perusahaan serta sistem ketahanan siber secara berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati dalam menjaga keandalan layanan perbankan digital. Perseroan menerapkan Bank Mandiri Cyber Resilience Framework untuk menghadirkan sistem keamanan komprehensif.
Pendekatan terintegrasi ini mencakup aspek operasional, perlindungan sistem, hingga penguatan kesadaran keamanan informasi di seluruh tingkatan organisasi. Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan bahwa pertumbuhan layanan digital menuntut keberadaan manajemen risiko yang solid. Karena itu, perseroan menghadirkan sistem perlindungan berlapis di setiap kanal digital agar seluruh akses dan transaksi tetap berada dalam kendali nasabah, seperti dilansir dari Detik Finance.
"Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi. Tata kelola yang kuat inilah yang membuat nasabah tetap merasa nyaman bersama Bank Mandiri dalam setiap interaksi dengan layanan yang tersedia," ujar Adhika dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).
Penerapan pengamanan berlapis ini terintegrasi pada berbagai aplikasi utama perseroan. Pada aplikasi Livin' by Mandiri, perlindungan diperkuat melalui fitur biometric login berbasis pengenalan wajah, smart protection untuk membatasi akses pada kondisi berisiko seperti saat menerima panggilan telepon, serta card control yang memungkinkan pengaturan PIN dan pemblokiran kartu langsung melalui aplikasi. Platform Kopra by Mandiri juga memanfaatkan mekanisme multi-layer authorization dengan token authentication berbasis QR demi mengamankan transaksi korporasi. Sementara itu, fitur verifikasi seperti kata sandi, face recognition, dan PIN disematkan pada Livin' Merchant untuk mendukung operasional para pelaku usaha.
Sistem pengawasan teknologi informasi dipantau tanpa henti oleh Security Operation Center (SOC) selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Fasilitas ini memantau keamanan sekaligus mendeteksi ancaman siber secara real time, disertain pengelolaan akses pengguna dan evaluasi keamanan terhadap pihak ketiga. Guna melengkapi kesiapan teknologi, perseroan membangun budaya keamanan informasi yang selaras dengan regulasi serta kebutuhan bisnis. Langkah tersebut dibuktikan dengan kepemilikan berbagai sertifikasi internasional di bidang manajemen keamanan informasi, operasional IT, layanan cloud, hingga pengelolaan SOC.
Bank Mandiri juga memiliki laboratorium forensik digital berakreditasi internasional untuk mendukung penanganan insiden keamanan. Di sisi tata kelola, penerapan Good Corporate Governance (GCG) diperkuat melalui pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi, pengawasan internal, perlindungan data, serta pengelolaan Whistleblowing System yang independen. Konsistensi tersebut mengantarkan perseroan meraih skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) sebesar 95,30, yang menempatkan Bank Mandiri dalam kategori perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.
Seluruh operasional diselaraskan dengan standar regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. "Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh nasabah serta pemangku kepentingan," pungkas Adhika.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow