Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 575 Persen
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu (19/8/2026). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya tekanan ekonomi global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa ketetapan tersebut diambil usai bank sentral melakukan evaluasi mendalam terhadap prospek perekonomian domestik maupun global. Era suku bunga tinggi yang dipatok bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih memberikan dampak luas ke berbagai negara.
"Saat ini di perekonomian kita masih mengedepankan stabilitas, karena memang kita melihat tekanan itu belum mereda dari global," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
Tingginya inflasi di Amerika Serikat memaksa Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan harga minyak dunia yang mendorong lonjakan pembiayaan obligasi pemerintah AS.
Ketidakpastian di pasar keuangan global membuat investor memilih untuk menahan dana portofolio di negara berkembang. Hal ini memicu penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang negara berkembang maupun negara maju.
"Sehingga itu semua akan menciptakan situasi hampir semua apakah itu bond yield, apakah itu interest rate, mereka akan berada dalam posisi yang tinggi," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
Sebagai langkah antisipasi, bank sentral memaksimalkan seluruh instrumen moneter serta memperluas insentif guna menarik aliran investasi portofolio asing. Kebijakan ini juga dirancang untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan valuta asing.
"Jadi walaupun sudah 2 bulan ini kita pertahankan suku bunga acuan di level yang sama 5,75%, tetapi di satu sisi kita mengeluarkan suatu kebijakan ataupun instrumen-instrumen lainnya. Tujuannya adalah untuk bisa menjaga stabilitas dari rupiah," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
Penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah dilakukan melalui perluasan transaksi underlying pendanaan luar negeri dengan fasilitas pengurangan premi swap jual lindung nilai sebesar 12,5 persen. Cakupan insentif yang semula hanya menyasar portfolio inflows kini diperluas ke pinjaman luar negeri bank dan investasi langsung asing (FDI).
Fasilitas insentif instrumen swap lindung nilai tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada minggu kedua September 2026 bagi dana luar negeri yang masuk sejak 1 Juli 2026.
"Kami memberikan insentif untuk hedging cost, buat dana asing yang masuk ke sini, sehingga bisa mempertahankan spread yang menarik. Mereka akan masuk ke instrumen keuangan kita," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
Selain perluasan insentif lindung nilai, BI turut menjaga imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang tercatat menurun dalam dua pekan terakhir. Meskipun yield SRBI melandai, arus modal asing tetap masuk ke pasar keuangan domestik.
Data transaksi modal dan finansial mencatat net inflows sebesar US$1,8 miliar hingga 14 Agustus 2026. Aliran modal ini utamanya didukung oleh penerbitan global bond pemerintah, Surat Berharga Negara (SBN), dan instrumen SRBI.
"Tentunya kita enggak ingin SRBI rate kita ini mengalami peningkatan, sehingga kalau kita lihat dalam 2 minggu terakhir ini suku bunga SRBI atau yield SRBI terus mengalami penurunan," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
Langkah stabilisasi rupiah juga diikuti dengan upaya menjaga inflasi domestik dalam sasaran 2,5%±1%. BI berkolaborasi dengan pemerintah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk meredam dampak cuaca ekstrem seperti El Nino.
"Jadi kolaborasi bersama dan mencoba rupiah bisa stabil. Tentunya kita juga memperhatikan dampak rambatan dari imported inflation yang ini tentu memang menjadi perhatian kami untuk bisa kita batasi dampaknya," kata Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow