Bahlil Lahadalia Desak SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal Proyek Masela

Smallest Font
Largest Font

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak SKK Migas untuk melibatkan pengusaha lokal dalam proyek gas abadi Masela pada Kamis, 16 Juli 2026. Langkah tersebut diambil guna merealisasikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat daerah di Maluku merasakan dampak pembangunan nasional secara nyata.

"Untuk Kepala SKK Migas, saya mohon ini untuk dipatuhi. Masyarakat di sini juga adalah bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan kita ambil hasilnya, masyarakatnya tidak kita perhatikan," ujar Bahlil dalam sambutannya di acara Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah juga menyoroti pentingnya tata kelola yang bersih agar seluruh proses konstruksi hingga operasi berjalan lancar tanpa penyimpangan. Bahlil mengingatkan Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Tanimbar untuk menghindari praktik nepotisme demi kepentingan politik pribadi atau kelompok tertentu.

"Saya minta kepada Gubernur, Bupati, ingat ini bukan proyek APBD, harus profesional, jangan main KKN. Jangan karena tim sukses terus kalian dorong, enggak boleh, harus profesional, harus profesional, jangan pakai kelakuan-kelakuan lama," tegas Bahlil.

Dilansir dari Detik Finance, proyek bernilai investasi jumbo ini diperkirakan memberikan kontribusi masif untuk kas negara dan perekonomian nasional. Proyek LNG abadi Masela tercatat memiliki nilai investasi mencapai US$ 20,95 miliar atau setara hampir Rp 390 triliun.

Dari segi produktivitas, infrastruktur gas ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun serta 35.000 barel kondensat per hari. Negara berpotensi meraup penerimaan langsung sekitar US$ 37,8 miliar atau berkisar Rp 682,5 triliun (kurs Rp 18.058/US$), ditambah pajak tidak langsung mencapai US$ 6,43 miliar atau sekitar Rp 115 triliun.

Selain menyumbang pendapatan negara, pembangunan fasilitas energi ini juga diproyeksikan membuka belasan ribu lapangan kerja bagi masyarakat setempat sejak masa awal pengerjaan fisik dimulai.

"Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung. Kalau tambah tidak tenaga kerja langsung, itu bisa kali tiga, menurut teori ekonominya begitu. Pada masa konstruksi, ini masa konstruksi, dan sekitar 800 sampai dengan 1.000 tenaga kerja pada saat operasi," terang Bahlil.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed