AVROTROS Boikot Kontes Lagu Eurovision 2027 Akibat Konflik Gaza
Lembaga penyiaran publik Belanda AVROTROS memutuskan mundur dari Kontes Lagu Eurovision 2027 pada Senin (24/8/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas krisis kemanusiaan di Gaza dan ketiadaan kerangka kerja netralitas dari European Broadcasting Union (EBU).
Keputusan boikot ini memperpanjang sikap tegas AVROTROS yang sebelumnya telah menarik diri pada gelaran Eurovision 2026 bersama Spanyol, Irlandia, Islandia, dan Slovenia. Ajang musik tahunan yang rencananya digelar di Burgas, Bulgaria pada Mei 2027 mendatang kini kehilangan salah satu partisipan historisnya sejak 1956.
AVROTROS secara resmi menyatakan alasan utama pengunduran diri tersebut berkaitan langsung dengan nilai dasar independensi dan kemanusiaan lembaga penyiaran publik.
"AVROTROS tidak akan berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision pada tahun 2027 karena acara tersebut tidak lagi dapat dianggap netral, dengan adanya negara peserta yang masih terlibat dalam konflik militer berskala besar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak signifikan terhadap Kontes ini dan telah menyebabkan perpecahan yang mendalam. Selama setahun terakhir, AVROTROS telah mendesak European Broadcasting Union (EBU) untuk menetapkan aturan transparan bagi partisipasi negara-negara yang terlibat dalam konflik militer.
Namun, perubahan yang baru-baru ini diumumkan oleh EBU tidak memberikan kepercayaan yang cukup bahwa karakter independen dan netral dari Kontes Lagu Eurovision telah dipulihkan. Oleh karena itu, partisipasi tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai AVROTROS: keterpercayaan, independensi, dan kemanusiaan. Penderitaan kemanusiaan yang parah di Gaza serta pembatasan kebebasan pers yang terus berlanjut telah berkontribusi pada peningkatan perpecahan di sekitar Kontes Lagu Eurovision dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini tercermin dalam, misalnya, keputusan lima negara untuk tidak berpartisipasi pada tahun 2026, mantan pemenang yang mengembalikan trofi mereka, dan lebih dari 1.000 musisi serta profesional budaya yang meminta EBU, dalam sebuah surat terbuka, untuk mengambil tindakan. Ini menegaskan perlunya kerangka kerja yang jelas untuk menilai partisipasi negara-negara yang terlibat dalam konflik militer. Dalam kondisi apa partisipasi kompatibel dengan Kontes Lagu Eurovision yang netral, dan kapan itu tidak kompatibel?
Bagi AVROTROS, masih tidak jelas atas dasar apa EBU membuat penilaian tersebut," tulis pernyataan resmi AVROTROS dilansir dari ESCXtra.
Direktur Jenderal AVROTROS Taco Zimmerman menegaskan bahwa dinamika politik global secara perlahan telah merusak esensi dasar dari kompetisi musik terbesar di dunia tersebut.
"Kontes Lagu Eurovision pada awalnya dibuat untuk menyatukan orang-orang dan negara-negara. Tidak dapat dimungkiri bahwa konflik internasional semakin memengaruhi Kontes, merusak karakternya yang netral," kata Taco Zimmerman, Direktur Jenderal AVROTROS.
Zimmerman juga menambahkan bahwa ajang tersebut kini berubah menjadi sarana yang memicu polarisasi antarnegara.
"Kontes Lagu Eurovision telah menjadi platform untuk perpecahan," tambah Taco Zimmerman.
Ia menggarisbawahi komitmen prinsip penyiaran publik walau keputusan mundur dari ajang tersebut terasa sangat memberatkan.
"Sebagai penyiar publik, kami tetap berkomitmen pada nilai-nilai kami. Nilai-nilai tersebut membimbing kami dalam segala hal yang kami lakukan, bahkan ketika itu berarti melangkah keluar dari acara yang sangat dekat di hati kami. Hal itu menyakitkan karena kami sebenarnya sangat ingin menjadi bagian dari Kontes ini lagi tahun depan," ungkap Taco Zimmerman.
Meski AVROTROS menolak berpartisipasi, tanggung jawab keikutsertaan Belanda telah diserahkan kembali kepada NPO selaku organisasi induk penyiaran. NPO kini berwenang menentukan apakah penyiar publik Belanda lainnya akan mengambil alih lisensi penyiaran Eurovision 2027, meskipun penyiar Omroep MAX sudah menyatakan menolak akibat kendala finansial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow