Avrotros mundur dari Eurovision 2027 karena soal netralitas
Lembaga penyiaran publik Belanda, Avrotros, menarik diri dari Kontes Lagu Eurovision 2027 dengan alasan ajang tidak lagi bisa dianggap netral selama satu negara peserta masih terlibat dalam konflik militer skala besar.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, Avrotros menyebut keputusan itu terkait kurangnya kejelasan penyelenggara, European Broadcasting Union (EBU), mengenai penilaian negara mana yang dapat berkompetisi.
Avrotros juga menautkan keputusan tersebut pada penderitaan kemanusiaan berat di Gaza serta pembatasan berkelanjutan terhadap kebebasan pers yang, menurut lembaga itu, makin memperlebar perpecahan seputar Eurovision dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan aturan pada bulan sebelumnya menyatakan bahwa jika sebuah negara yang terlibat konflik bersenjata memenangkan Eurovision, negara tersebut tidak dapat menjadi tuan rumah pada tahun berikutnya. Namun Avrotros menilai perubahan itu tidak memberi cukup keyakinan bahwa karakter independen dan netral Eurovision telah dipulihkan.
Penarikan Avrotros dari Eurovision 2027 tidak otomatis menutup kemungkinan Belanda tetap diwakili, karena sistem penyiaran publik Belanda memiliki beberapa lembaga penyiaran.
Direktur kontes, Martin Green, mengatakan dalam pernyataan bahwa EBU menyesali keputusan Avrotros tetapi menghormati pandangannya.
"We will now continue our dialogue with NPO, the umbrella organization for Dutch public service media, regarding the opportunities for another broadcaster to participate. We very much hope that audiences and artists in the Netherlands can continue to be represented in the Eurovision Song Contest." kata Green, Martin Green, direktur kontes.
Avrotros menyatakan langkahnya mencerminkan pandangan bahwa kontes yang semula bertujuan mempertemukan orang dan negara kini menjadi ruang yang memecah.
Taco Zimmerman, direktur jenderal Avrotros, mengatakan Eurovision Song Contest "was originally created to bring people and countries together" tetapi kini "a platform for division".
"It is undeniable that international conflicts are increasingly affecting the contest, undermining its neutral character." ujar Taco Zimmerman, direktur jenderal Avrotros.
Zimmerman menambahkan bahwa Eurovision telah menjadi platform perpecahan dan, sebagai penyiar publik, Avrotros tetap berkomitmen pada nilai-nilainya.
"They guide us in everything we do, even when that means stepping away from an event that is very close to our hearts. That is painful as we would have very much liked to be part of the contest again next year." ujar Taco Zimmerman, direktur jenderal Avrotros.
Green menyatakan kontes ini "has always been a place to bring people together, celebrate diverse communities, and show that a better world is possible even in the most difficult times."
Perubahan aturan yang baru-baru ini disetujui setelah masukan dari penyiar peserta Eurovision 2026 menegaskan bahwa negara pemenang juga dikecualikan menjadi tuan rumah jika "sensitive geopolitical situation" memengaruhi "security, safety or stability" negara atau wilayah segera terdekatnya.
Menurut laporan, aturan ini juga dipengaruhi usulan dari penyiar yang memboikot setelah upaya gagal untuk menangguhkan Israel. Meski protes terjadi, Noam Bettan dari Israel meraih tempat kedua dengan lagu "Michelle", dan aturan tersebut akan berdampak pula pada Ukraina yang berperang sejak invasi Rusia pada 2022.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow