Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan di Sejumlah Bandara
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memicu gangguan penerbangan imbas jarak pandang yang merosot tajam di bawah batas operasional keselamatan. Dilansir dari Detik Finance, Kementerian Perhubungan melaporkan penundaan hingga pembatalan jadwal terbang melanda sejumlah maskapai di Kalimantan.
Kondisi jarak pandang minimal menjadi faktor krusial yang menentukan izin operasional maskapai. Asap tebal tercatat memukul aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang sejak 16 hingga 19 Agustus 2026. Penurunan jarak pandang hingga 2.000 meter berdampak pada ratusan penumpang maskapai TransNusa dan Super Air Jet rute Soekarno-Hatta menuju Singkawang maupun sebaliknya.
Penanganan terhadap seluruh penumpang terdampak dilakukan sesuai prosedur maskapai, yakni pembebasan biaya perubahan jadwal hingga pengembalian dana penuh. Selain Singkawang, keterlambatan penerbangan maskapai NAM Air terjadi di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun. Pemantauan ketat juga diterapkan pada puluhan bandara lain di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
"Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Lukman F Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Jumat (21/8/2026).
Guna mengantisipasi perubahan jadwal yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Ditjen Perhubungan Udara memerintahkan seluruh pengelola bandara dan maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperbarui pemantauan cuaca secara berkala.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan," kata Lukman.
Pemantauan perkembangan dampak kebakaran hutan dan lahan ini terus dijalankan secara intensif oleh Ditjen Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia, BMKG, pengelola bandara, serta instansi terkait lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow