AS Tetapkan Tarif Impor Polisilikon 15 Persen dan Harga Minimum

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif impor sebesar 15 persen dan menetapkan batas harga minimum untuk komoditas polisilikon serta produk turunannya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kebijakan ini diterapkan guna mengurangi ketergantungan pasokan luar negeri pada sektor semikonduktor dan panel surya domestik, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Melalui instruksi presiden tersebut, seluruh produk turunan polisilikon impor seperti wafer silikon, sel fotovoltaik (PV), dan modul surya dikenakan tarif 15 persen yang mulai berlaku pada 4 Desember 2026. Pemerintah AS juga menetapkan batas harga minimum sebesar US$ 21 per kilogram untuk polisilikon mentah guna menggairahkan manufaktur dalam negeri.

Langkah perdagangan ini merupakan kelanjutan dari tindakan sebelumnya terhadap peralatan surya dari China dan beberapa negara Asia Tenggara. Penerapan kebijakan tersebut berdampak positif pada pasar saham, di mana saham First Solar Inc. naik hingga 8 persen dan saham T1 Energy Inc. melonjak 6,3 persen pada sesi perdagangan pascabuka.

"Untuk pertama kalinya, AS melindungi seluruh rantai pasok panel surya melalui satu tindakan nyata, sekaligus memberikan apresiasi bagi produsen yang membangun pabrik di dalam negeri. Langkah signifikan ini memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik. Inilah cara mengembalikan kejayaan industri nasional," kata Jon Toomey, Presiden Coalition for a Prosperous America.

Dukungan senada disampaikan oleh pimpinan produsen energi dalam negeri yang menilai keputusan tersebut sebagai momen krusial bagi industri manufaktur Amerika Serikat.

"Kemenangan telak bagi manufaktur canggih Amerika serta investasi pada rantai pasok energi dalam negeri," kata Dan Barcelo, Chief Executive Officer (CEO) T1 Energy.

Pemerintah AS turut memberikan skema insentif onshoring yang diawasi oleh menteri perdagangan AS, di mana perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri dapat mengajukan pembebasan tarif impor bahan baku. Namun, tenggat penerapan tarif hingga Desember memicu kekhawatiran terkait potensi penimbunan stok produk impor murah oleh pengembang energi sebelum aturan berlaku secara efektif.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed