AS Kirim Kapal Induk USS Theodore Roosevelt ke Timur Tengah Selama 7 Bulan
Amerika Serikat mengirim kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta 5.000 awaknya ke kawasan Timur Tengah untuk penugasan selama tujuh bulan ke depan, menggantikan kapal induk USS George Washington yang sebelumnya beroperasi di wilayah tersebut.
Penempatan ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara AS dengan Iran sejak Februari lalu, serta menambah keberadaan kapal induk AS di wilayah tersebut, termasuk USS George H.W. Bush yang juga sedang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle dan Master Chief Petty Officer of the Navy John Perryman mengatakan bahwa awak USS Theodore Roosevelt diberi waktu delapan bulan untuk persiapan sebelum penugasan berlangsung lebih dari tujuh bulan di daerah operasi Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
"Mereka tahu bahwa mereka akan berada di sana lebih dari tujuh bulan. Komandan mereka memberi mereka waktu delapan bulan untuk melakukan persiapan," ujar Perryman, dilansir CNN.
Penempatan kapal induk ini merupakan respons dari dampak penugasan kapal induk USS Abraham Lincoln yang bertugas selama lebih dari 250 hari tanpa singgah di pelabuhan, yang menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan mental dan fisik awak kapal.
USS Abraham Lincoln sendiri baru-baru ini digantikan oleh USS George Washington yang kini akan dilanjutkan oleh USS Theodore Roosevelt. USS Abraham Lincoln dijadwalkan akan singgah di pelabuhan Thailand dalam beberapa hari mendatang untuk memberikan kesempatan rekreasi dan istirahat bagi awaknya setelah penugasan panjang di laut.
Sebuah pejabat Thailand mengungkapkan bahwa ribuan personel AS di kapal tersebut akan beristirahat setelah perjalanan panjang mereka, meskipun lokasi dan tanggal pasti persinggahan belum diumumkan secara resmi.
Laksamana Caudle mengakui tekanan berat yang dirasakan awak kapal selama konflik dengan Iran dan menyatakan bahwa Angkatan Laut AS berupaya memberikan kepastian durasi penempatan, meski situasi perang membuat hal itu sulit dilakukan.
"Saya lebih memilih penempatan selama tujuh bulan. Biasanya saya bukan orang yang menyukai perpanjangan masa penempatan dan saya menentangnya dengan keras. Tetapi tidak ada jaminan dalam situasi perang," kata Caudle, dikutip dari USNI News.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow