Arkora Hydro Rampungkan Akuisisi EES Perkuat Bisnis PLTS
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) resmi memperluas lini bisnis energi terbarukan ke sektor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) setelah menuntaskan akuisisi 100 persen saham PT Endorshine Energy Solutions (EES) pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui dua anak usaha ARKO, yaitu PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuna Hidro. Langkah ini mengubah portofolio perseroan yang sebelumnya berfokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) kini memiliki eksposur aset PLTS di wilayah Batam dan Bintan.
Aset PLTS milik EES berlokasi strategis di kawasan yang mengalami peningkatan permintaan listrik hijau, terutama dari sektor pusat data (data center) limpahan dari Singapura dan Johor. Saat ini kapasitas terkontrak ARKO mencapai 62,8 megawatt (MW), dengan proyek dalam tahap pengembangan melampaui 300 MW.
Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali memberikan penilaian terkait dampak ekspansi perseroan terhadap profil bisnis perseroan.
"Langkah tersebut mengubah profil bisnis ARKO. Perseroan kini tidak hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga mulai membangun bisnis tenaga surya sebagai mesin pertumbuhan kedua," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas.
Pluang Maju Sekuritas mencatat fasilitas pusat data di Batam membutuhkan pasokan energi terbarukan karena operator global memiliki mandat net zero. Di sisi lain, cadangan daya PLN Batam per Maret 2026 tersisa sekitar 120 MW dari total daya mampu 881 MW dan beban puncak 761 MW.
Dari sisi keuangan, ARKO didukung oleh kontrak penjualan listrik jangka panjang dengan PLN berdurasi 15 hingga 30 tahun. Perseroan juga mendapat dukungan kepemilikan saham sekitar 30 persen dari PT United Tractors Tbk (UNTR) milik Grup Astra, serta penjaminan obligasi hijau dari Indonesia Infrastructure Finance dengan peringkat -A dari Pefindo.
Meski demikian, Pluang Maju Sekuritas mengingatkan rasio utang bersih terhadap ekuitas ARKO telah mendekati 2 kali dengan total utang melebihi Rp 1 triliun pada kuartal II-2026. Kondisi ini membuat perseroan memiliki probabilitas tinggi untuk melakukan penambahan modal melalui rights issue dalam 12 bulan ke depan guna mendanai ekspansi lanjutan.
Saham ARKO tercatat telah membentuk basis pada kisaran Rp 5.000 hingga Rp 5.500 sejak Juli 2026. Atas pertimbangan prospek bisnis dan katalis program nasional PLTS 100 GWp, Pluang Maju Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham ARKO dengan target harga Rp 7.000 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow