Araghchi meminta negara kawasan menutup akses AS ke fasilitas militer
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meminta negara-negara kawasan tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah dan fasilitas militer mereka untuk tindakan terhadap Iran. Permintaan itu disampaikan saat Araghchi bertemu Menteri Luar Negeri Qatar, dalam upaya meredakan ketegangan kedua pihak. Araghchi menyatakan situasi saat ini merupakan akibat agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta intervensi AS yang dinilainya ilegal terhadap Iran. Dia menyoroti blokade laut serta perang ekonomi yang disebutnya dilakukan Washington, dan mengaitkannya dengan risiko penggunaan wilayah kawasan untuk persiapan atau pelaksanaan tindakan agresif dan perang ekonomi terhadap Iran.
Araghchi menilai kondisi saat ini tidak dapat dikembalikan seperti sebelum 9 Esfand 1494 tanpa memperhitungkan situasi yang ada serta kejahatan dan kerugian yang dialami Iran.
Dia menegaskan Teheran akan tetap memperjuangkan kepentingan dan keamanan nasionalnya serta menggunakan seluruh kapasitas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional. Dalam perkembangan terkait ketegangan Iran-AS, sejumlah pihak mediator kembali menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz. Pemulihan lalu lintas pelayaran secara normal dibahas setelah lobi Qatar agar Teheran menghormati kebebasan navigasi.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendatangi Teheran pada Kamis (27/8) dan menyampaikan penekanan kepada pejabat senior Iran mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai hukum internasional. Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Iran menyusun daftar syarat untuk membuka kembali selat tersebut, setelah para mediator meminta rincian.
Rezaei menyebut Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koridor pelayaran melalui selat itu, dengan rute di perairan Oman dan perairan Iran, serta penggunaan jalur tengah bila AS memenuhi syarat. Syarat Iran sebelumnya mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, dan pencabutan sanksi. Untuk lalu lintas minyak, data pelacakan kapal yang dikutip Reuters menunjukkan volume minyak yang melewati Selat Hormuz turun dari 20 juta barel menjadi 5 juta barel per hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow