Ancaman El Nino Kuat Berpotensi Naikan Inflasi Beras Nasional

Smallest Font
Largest Font

Risiko lonjakan inflasi beras membayangi Indonesia seiring datangnya fenomena El Nino. Langkah mitigasi melalui stabilisasi harga pangan perlu segera dimaksimalkan untuk mengantisipasi gejolak pasar. Upaya penstabilan harga menjadi sangat krusial mengingat catatan historis sebelumnya.

Pada September 2023, inflasi beras di tingkat nasional sempat menyentuh angka tertinggi mencapai 5,61% akibat dampak fenomena iklim serupa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan wilayah Tanah Air saat ini memasuki periode El Nino kuat. Puncak fenomena ini diperkirakan berlangsung sepanjang September hingga Desember 2026.

Kondisi tersebut makin diperparah oleh munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi dua dinamika atmosfer ini berpotensi memicu musim kemarau yang terasa jauh lebih kering dan berdurasi lebih panjang.

Peringatan tersebut turut menjadi perhatian serius dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penjelasan ini dilansir dari Investor Daily berdasarkan paparan resmi BMKG terkait ancaman kekeringan yang meluas. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyoroti pentingnya kewaspadaan dini dari seluruh pihak. Penyampaian data BMKG ini bertujuan agar langkah antisipasi dapat segera dijalankan sebelum dampak ekonomi meluas.

Pembelajaran dari periode 2023 menunjukkan bahwa gangguan cuaca ekstrem berbanding lurus dengan kenaikan harga komoditas pokok. Oleh sebab itu, kesiapan pasokan pangan di pasaran menjadi kunci utama meminimalisasi laju inflasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed