Alibaba Himpun Dana Rp162 Triliun Perkuat Bisnis Kecerdasan Buatan
Perusahaan teknologi asal China, Alibaba, meluncurkan penempatan saham lanjutan senilai HK$80 miliar atau sekitar US$10,2 miliar pada Minggu, 23 Agustus 2026, guna membiayai pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Raksasa e-commerce dan komputasi awan tersebut berencana menjual sekitar 710 juta saham biasa dengan harga HK$112,70 per saham. Patokan harga tersebut lebih rendah sekitar 3,6% dibandingkan dengan harga penutupan terakhir saham Alibaba.
Transaksi ini menjadi penawaran saham lanjutan primer terbesar di Hong Kong, serta menduduki posisi ketiga terbesar secara global pada tahun ini setelah penawaran yang dilakukan oleh Alphabet dan Intel.
Seluruh dana bersih hasil penjualan saham akan dialokasikan untuk memperkuat kemampuan AI secara menyeluruh, termasuk pengembangan chip, pembangunan infrastruktur komputasi, hingga penerapannya.
Langkah penghimpunan dana ini sejalan dengan peningkatan belanja modal Alibaba untuk memacu bisnis AI dan komputasi awan. Berdasarkan laporan kinerja kuartal April-Juni 2026, Alibaba telah menyerap hampir separuh dari rencana belanja modal tiga tahunnya.
Permintaan tinggi terhadap layanan berbasis AI turut memangkas estimasi periode pengembalian investasi perusahaan menjadi 2,5 tahun dari sebelumnya tiga tahun. Kendati demikian, lonjakan belanja modal ini memicu penurunan laba bersih Alibaba sebesar 75% pada kuartal April-Juni dibanding periode sama tahun sebelumnya.
“Untuk dapat menangkap pertumbuhan di masa depan, kami terlebih dahulu perlu melakukan investasi belanja modal guna membangun kapasitas komputasi yang dibutuhkan,” kata CEO Alibaba Eddie Wu dalam konferensi kinerja perusahaan.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa penawaran saham Alibaba mengalami kelebihan permintaan dari investor, termasuk dana kekayaan negara (sovereign wealth fund), sehingga alokasi saham ditingkatkan. Morgan Stanley, HSBC, UBS, dan CICC bertindak sebagai joint bookrunner dalam transaksi di luar Amerika Serikat tersebut.
Peningkatan pengeluaran Alibaba ini berlangsung di tengah maraknya belanja modal perusahaan teknologi global. Empat perusahaan hyperscaler asal AS—Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Meta—diperkirakan mengalokasikan hingga US$725 miliar pada 2026 untuk pusat data dan infrastruktur AI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow