AFC Penolakan Rencana Komersialisasikan Hak Siar FIFA

Smallest Font
Largest Font

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyatakan penolakan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial turnamen FIFA kepada investor swasta. Sikap ini memicu pengunduran diri penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, pada Jumat (31/7/2026).

AFC menegaskan penolakannya melalui pernyataan resmi dan menyatakan berdiri bersama UEFA serta Concacaf. Langkah penolakan dari tiga konfederasi besar tersebut membuat proposal Infantino terancam gagal mendapatkan persetujuan mayoritas mutlak anggota FIFA.

"Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola global dan kekuatannya berasal dari partisipasi semua konfederasi dan negara-negara sepak bola terkemuka di dunia," bunyi pernyataan AFC.

AFC menilai bahwa proposal yang diajukan berisiko merusak persatuan olahraga tersebut. Konfederasi Asia ini juga menyuarakan kekecewaan terhadap proses pengambilan keputusan FIFA yang dianggap mengesampingkan peran konfederasi dan anggota.

"Setiap usulan yang berisiko merusak kesatuan dan karakter universal kompetisi harus dipertimbangkan kembali," lanjut pernyataan AFC.

Kritik dari AFC semakin dipertegas dengan tuduhan bahwa FIFA tidak melibatkan para pemangku kepentingan secara memadai sebelum mengambil langkah strategis.

"AFC menyerukan kepada FIFA untuk segera melakukan peninjauan terhadap kerangka tata kelola dan pengambilan keputusannya guna memastikan bahwa usulan-usulan yang memiliki signifikansi global dikembangkan melalui konsultasi yang tepat, keterlibatan yang bermakna, dan pengawasan yang sesuai oleh badan-badan hukum FIFA," tegas AFC.

Gagasan FIFA ini membutuhkan setidaknya 106 suara dari total 211 anggota. Penolakan gabungan dari UEFA (55 suara), Concacaf (35 suara), dan AFC (46 suara) secara matematis menghimpun 136 suara penentang.

Meskipun AFC menolak, Ketua PSSI Erick Thohir menyampaikan pandangan berbeda dengan mendukung proposal tersebut. Menurut Erick Thohir, rencana Infantino memberikan peluang pendanaan tambahan bagi negara-negara berkembang.

Gelombang penolakan internal memuncak saat penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro memutuskan mundur dari jabatannya. Mantan bankir Goldman Sachs tersebut menilai skema komersialisasi ini sebagai langkah yang salah.

"Usulan tersebut telah menjadi pertanyaan penting bagi masa depan FIFA," kata Cordeiro.

Cordeiro menekankan bahwa fokus utama induk organisasi sepak bola dunia harus tetap pada pengembangan olahraga, bukan keuntungan finansial semata.

"Tanggung jawab FIFA bukanlah untuk memaksimalkan keuntungan komersial dengan segala cara. Tanggung jawabnya adalah untuk melindungi dan memperkuat sepak bola untuk generasi mendatang," ujar Cordeiro.

Ia mengkritik ketergesaan pengambilan keputusan yang membatasi ruang diskusi bagi para anggota.

"Ketika prinsip-prinsip itu berkonflik, sepak bola harus diutamakan," lanjut Cordeiro.

Mantan Presiden Federasi Sepak Bola AS ini juga mempertanyakan kejelasan dari skema investasi yang ditawarkan FIFA.

"Mengapa kesepakatan ini? Mengapa sekarang? Pengawasan apa yang ada? Siapa yang diuntungkan?" tulis Cordeiro.

Cordeiro menilai bahwa penetapan batas waktu rapat keputusan yang amat singkat sangat berisiko bagi organisasi.

"Pertanyaan-pertanyaan ini sebagian besar masih belum menjawab, namun asosiasi anggota diminta untuk membuat keputusan yang sangat penting dalam waktu kurang dari 50 hari atau berisiko tertinggal," kata Cordeiro.

Penutup pernyataannya menegaskan kekhawatiran terhadap masa depan tata kelola olahraga internasional.

"Itu bukanlah cara yang bertanggung jawab untuk menentukan masa depan olahraga dunia," pungkas Cordeiro.

Rencana Infantino melibatkan pembentukan anak perusahaan komersial bernama Fifa Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola turnamen utama, termasuk Piala Dunia. Setiap federasi anggota dijanjikan dana hingga US$40 juta jika menyetujui proposal ini sebelum tenggat waktu 19 September.

UEFA sebelumnya menegaskan akan memboikot Piala Dunia jika rencana ini direalisasikan. Penolakan keras juga disampaikan dalam pernyataan resmi badan pengatur sepak bola Eropa tersebut.

"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi," tegas pihak UEFA.

UEFA menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai historis turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

"Ini adalah salah satu warisan olahraga sepak bola terbesar. Warisan ini telah dibangun selama beberapa generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua," lanjut pernyataan UEFA.

UEFA menentang keras keterlibatan pihak swasta dalam kepemilikan aset sepak bola dunia.

"Tidak satu bagian pun darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual," demikian bunyi akhir pernyataan UEFA.

Menanggapi berbagai penolakan tersebut, FIFA menyatakan akan tetap melanjutkan proposal penataan komersial tersebut. FIFA membantah tuduhan menjual aset sepak bola dan mengklaim polemik yang terjadi disebabkan oleh pemberitaan media yang tidak akurat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed