UEFA dan FIFA Terlibat Konflik Total Soal Penjualan Saham Piala Dunia
Hubungan UEFA dan FIFA memanas akibat rencana pelepasan saham Piala Dunia serta turnamen besar lainnya kepada investor swasta. Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Giovanni Malago, menilai penolakan keras dari federasi Eropa ini memicu konflik total antara kedua lembaga tersebut. Rencana komersialisasi oleh FIFA dikhawatirkan mengikis esensi olahraga dan memicu campur tangan investor swasta dalam urusan sepak bola.
Selain itu, potensi penambahan padatnya jadwal pertandingan turut mengancam kondisi fisik para pemain yang kini dilansir dari Detik Sport sudah terbeban dalam kompetisi musim berjalan. UEFA mengonsolidasikan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat penolakan tersebut. Malago mengungkapkan bahwa dirinya diminta Sekretaris Jenderal UEFA untuk bergabung dalam panggilan video bersama perwakilan liga-liga besar Eropa, seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris.
"Kemarin malam, sekretaris jenderal UEFA meminta saya ikut dalam panggilan video dengan liga-liga paling prestisius di Eropa, seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris. Itu menunjukkan seberapa besar UEFA menganggap kami," kata Malago.
Proyek dari badan sepak bola dunia tersebut dinilai tidak biasa oleh federasi Eropa. Dalam diskusi daring tersebut, Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara tegas menyampaikan penolakannya terhadap rencana penjualan saham tersebut. "Saya juga menerima serangkaian dokumen terkait proyek (FIFA) ini, sebut saja begitu, yang mana jujur saja tidak biasa dari FIFA. Pastinya selama panggilang video, President Ceferin (UEFA) menolak banget rencana itu," tutur Malago.
Pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh federasi se-Eropa terus digelar guna memperkuat barisan penolakan. Malago mencatat bahwa gelombang penolakan terhadap rencana FIFA tersebut bahkan muncul dari luar ranah sepak bola. "Besok akan ada pertemuan, saya tak bisa bilang itu formal atau bukan, dengan semua federasi di Eropa. Saya sudah melihat sejumlah posisi yang kuat, bahkan di luar dunia sepakbola," ujar Malago.
Perselisihan ini menciptakan jarak yang kian lebar antara otoritas sepak bola Eropa dan dunia. Pembatasan tegas kini terbangun akibat perbedaan pandangan dalam mengelola komersialisasi kompetisi internasional. "Tidak ada keraguan bahwa situasi UEFA dan FIFA ini konflik total. Kami sudah tahu memang begitu, tapi ini menciptakan batasan yang tidak bisa diatasi antara dua dunia tersebut," kata Malago.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow