AFC Kecewa FIFA Rencanakan Penjualan Saham Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menyatakan kekecewaannya terhadap langkah FIFA yang berencana menjual 20 persen saham Piala Dunia ke sektor swasta tanpa melibatkan konfederasi dalam pembahasan awal, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Melalui program FIFA Forward Enterprise, Presiden FIFA Gianni Infantino menargetkan investasi senilai 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun pada akhir tahun ini. Sebagai imbalan, sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA, termasuk Indonesia, dijanjikan bakal mengantongi dana hingga 40 juta dolar AS atau lebih dari Rp 720 miliar. FIFA memberikan tenggat waktu kepada setiap federasi anggota untuk menentukan keputusan paling lambat 19 September mendatang.

"Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia. Bagian dari permainan telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa, dan kami merayakan kesuksesan itu dan ingin melanjutkan, karena itu mengangkat seluruh permainan," kata Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Merespons rencana investasi tersebut, AFC menyayangkan sikap FIFA yang dinilai mempublikasikan wacana strategis ini sebelum berdiskusi secara internal dengan pemangku kepentingan terkait.

"AFC tidak dilibatkan dalam pembahasan usulan tersebut dan merasa kecewa karena masalah sepenting ini telah menjadi konsumsi publik sebelum keluarga besar AFC diberi kesempatan untuk menelaah dan mendiskusikannya melalui saluran tata kelola yang tepat dan telah mapan," tulis AFC dalam rilis resminya.

Pihak AFC menekankan bahwa inisiatif komersial berskala global harus senantiasa mengedepankan prinsip transparansi serta tata kelola yang baik demi menjaga integritas olahraga.

"Meskipun AFC menyadari pentingnya mengeksplorasi pendekatan inovatif yang dapat memperkuat masa depan sepakbola global, inisiatif berskala dan berdampak sebesar ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna. Keputusan yang berpotensi mengubah masa depan komersial dan keuangan olahraga ini memerlukan keterlibatan komprehensif sebelumnya dengan Konfederasi, Asosiasi Anggota, dan pemangku kepentingan terkait lainnya sebelum proposal apa pun diajukan kepada badan pengambil keputusan yang berwenang," tegas AFC.

Konfederasi Asia tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal pertumbuhan sepak bola dunia secara berkelanjutan dengan memastikan keterlibatan seluruh pihak.

"AFC sangat meyakini semua pemangku kepentingan harus diberikan informasi yang memadai dan waktu yang cukup untuk menilai proposal tersebut secara menyeluruh, termasuk implikasi tata kelola, hukum, komersial, dan strategisnya. Proses semacam itu sangat penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan mencerminkan kepentingan bersama komunitas sepakbola global dan memperkuat kepercayaan terhadap kerangka kerja tata kelola FIFA. Sebagai salah satu dari enam Konfederasi sepak bola global, AFC tetap berkomitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan sepakbola dunia," pungkas AFC.

Selain AFC, penolakan keras juga datang dari Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) yang menilai komersialisasi saham Piala Dunia berpotensi merusak esensi dasar kompetisi sepak bola internasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed