Zelensky Lobi Trump Izinkan Starlink Serang Wilayah Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melanjutkan pembicaraan intensif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai izin penggunaan jaringan satelit Starlink milik SpaceX di wilayah Rusia untuk kebutuhan pertahanan Ukraina.
Permintaan tersebut diajukan guna mendukung operasi serangan pesawat nirawak jarak jauh Ukraina terhadap target militer, fasilitas logistik, dan peluncur rudal balistik yang berada di dalam wilayah perbatasan Rusia.
Zelensky mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan Ukraina awalnya memberi tahu dirinya pada paruh pertama tahun 2026 bahwa SpaceX telah memberikan persetujuan tentatif, sehingga hanya memerlukan otorisasi di tingkat politik AS.
"Pada paruh pertama tahun ini, saya menerima permintaan dari Kementerian Pertahanan Ukraina untuk menemukan cara guna mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump mengenai penggunaan Starlink di Federasi Rusia untuk tujuan pertahanan kami. Karena perusahaan SpaceX, yang dipimpin oleh Elon Musk, kabarnya telah memberikan lampu hijau untuk hal ini — setidaknya itulah yang disampaikan kepada saya — dan itu diperkirakan perlu disetujui di tingkat politik. Saya menerima informasi yang relevan, mengajukan pertanyaan, dan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat.
Saya berterima kasih kepada Presiden Amerika — kami melakukan percakapan panjang mengenai masalah ini. Saya berhasil meyakinkannya bahwa ini akan membantu mengakhiri perang lebih cepat dengan mengurangi kemampuan Rusia untuk memperpanjangnya," kata Zelensky, dilansir dari Ukrinform.
Namun, situasi berubah saat pertemuan berikutnya ketika Donald Trump menyampaikan bahwa Elon Musk menolak memberikan izin perluasan akses Starlink tersebut ke wilayah Rusia.
"Dia mengatakan bahwa saya seolah-olah telah menipunya karena Musk menolak penggunaan Starlink oleh Ukraina di wilayah Rusia. Saya kembali ke Kementerian Pertahanan kami, dan mereka mengatakan bahwa mungkin memang demikian faktanya," kata Zelensky, dilansir dari United24 Media.
Penolakan tersebut didasari kekhawatiran Elon Musk bahwa penggunaan Starlink untuk menyerang langsung ke dalam wilayah Rusia dapat memicu eskalasi konflik yang jauh lebih besar.
"Sejauh yang kami tahu, Elon Musk percaya bahwa ini bisa menjadi eskalasi besar oleh Ukraina terhadap Federasi Rusia — begitulah yang dijelaskan kepada saya. Dia mengatakan bahwa dia mendukung penghentian perang, bukan melanjutkannya. Kami juga mendukung penghentian perang, bukan melanjutkannya, tetapi ini membutuhkan alat yang tepat," kata Zelensky.
Meskipun terjadi kesalahpahaman antara Kiev dan Washington, Zelensky menegaskan bahwa negosiasi diplomasi masih terus berjalan dan dirinya telah melibatkan sekitar 10 pemimpin dunia untuk membantunya melobi pihak AS.
"Hari ini, semuanya ada di tangan Presiden Amerika Serikat, dan mereka sedang melakukan diskusi internal mereka sendiri. Saya melakukan apa yang diminta untuk saya lakukan. Saya melakukannya dalam dua pertemuan," kata Zelensky.
"Sejauh ini, (Elon Musk) mengatakan bahwa ini merupakan sebuah eskalasi. Namun, dia mungkin akan mengubah pikirannya setelah dia melihat argumen lebih lanjut," kata Zelensky, dilansir dari Kyiv Independent.
Pemerintah Ukraina juga mengonfirmasi sedang menyiapkan langkah antisipasi dengan mengembangkan sistem komunikasi alternatif bersama negara Eropa guna menghadapi potensi ancaman teknologi di masa depan.
"Saya memperlakukan ini hanya sebagai tantangan lainnya. Ada banyak tantangan seperti itu selama perang ini, dan kami, melalui jalur yang berbeda, telah menemukan jalan keluar dari situasi sulit," kata Zelensky.
Di sisi lain, pasukan militer Rusia dikabarkan tengah mengembangkan jaringan satelit domestik bernama Rassvet bekerja sama dengan Tiongkok sebagai tandingan Starlink yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow