Yunus Nusi Jabat Komisaris Utama I.League Gantikan Zainudin Amali
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) I.League yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/8/2026) menyepakati restrukturisasi organisasi, di mana Zainudin Amali mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama dan digantikan oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, seperti dilansir dari Detik Sport.
Pertemuan tahunan tersebut menyampaikan laporan kinerja kompetisi, bisnis, dan keuangan untuk musim 2025/2026, sekaligus menetapkan proyeksi operasional serta finansial menyongsong musim kompetisi 2026/2027.
Selain pembahasan organisasi holding, pemegang saham menyetujui pertanggungjawaban entitas anak usaha PT Liga Utama Indonesia (LUI) yang mengelola kompetisi tingkat kedua atau Championship. Keputusan strategis mendasar yang disahkan mencakup peningkatan modal perseroan dari Rp3 miliar menjadi Rp7,5 miliar.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus memaparkan susunan manajemen baru hasil reorganisasi, di mana dirinya tetap menduduki posisi Direktur Utama bersama Asep Saputra sebagai Direktur 1, Sadikin Aksa sebagai Komisaris Utama PT LUI, dan Amir Burhanuddin sebagai komisaris independen yang menjalankan fungsi pengawasan supervisory.
"Di pengujung dilakukan persetujuan reorganisasi atau kepengurusan yang baru, ya, disahkan Direktur Utamanya masih saya, kemudian ada Direktur 1 Pak Asep Saputra, ya. Kemudian Pak Sadikin Aksa sebagai Komisaris Utama dan komisaris dari kalangan profesionalnya yaitu Amir Burhanuddin sebagai pengendali supervisory di PT Liga Utama Indonesia," kata Ferry Paulus.
Struktur kepemilikan saham PT LUI menempatkan PT Liga Indonesia Baru (I.League) sebagai pemegang porsi mayoritas sebesar 52 persen, sementara sisanya 48 persen dimiliki oleh klub-klub peserta.
"Kenapa masih ada saya? Karena ini anak usaha, bahwa di dalam aksi korporasi itu diharuskan karena pengendali sahamnya masih mayoritas di PT Liga Indonesia Baru (I.League) yaitu 52 persen, sementara klub adalah 48 persen kepemilikannya, sehingga direksi dan komisaris masih harus didominasi dari holding-nya itu sendiri. Jadi kemarin adalah laporan dari Championship atau PT Liga Utama Indonesia," ujar Ferry Paulus.
Penyesuaian kepengurusan di tingkat komisaris dipicu oleh mundurnya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali lantaran padatnya agenda kegiatan yang bersangkutan. Pihak PSSI kemudian menunjuk Yunus Nusi untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, sedangkan perwakilan komisaris klub juara tetap dipegang oleh Glenn Sugita dari Persib Bandung.
"Di Komisaris klub juara yang awalnya akan berganti kepada salah satu komisaris yang ada di Persib, ternyata tidak jadi, tetap Pak Glenn (Sugita)," tutur Ferry Paulus.
Perubahan susunan personalia dilakukan guna memperkuat tata kelola korporasi serta koordinasi manajerial antara entitas induk dan anak perusahaan.
"Nah, atas speech yang disampaikan oleh Pak Prof Amali ya, beliau mengundurkan diri karena alasan dan kesibukan beliau, kemudian PSSI menunjuk Pak Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama," ucap Ferry Paulus.
Melalui perubahan ini, struktur jajaran komisaris I.League kini diisi oleh Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama, Glenn Sugita mewakili unsur klub Persib, serta Muhammad Lutfi sebagai Komisaris Independen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow