Yen Menguat Menjelang Simposium The Fed di Jackson Hole
Yen menguat 0,2% menjadi sekitar 159,04 per dolar AS menjelang simposium Federal Reserve (The Fed) di Jackson Hole, walaupun data ekonomi Jepang pada kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan. Yen masih berada di bawah level terlemah dalam empat dekade yang tercatat pada akhir Juli, ketika Jepang dan AS melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam pelemahan mata uang tersebut. Indeks dolar AS turun ke posisi terendah sejak awal Juni, sementara euro mencapai level tertinggi dalam dua bulan di sekitar US$ 1,1614 dan menguat 0,3% pada perdagangan terakhir.
Investor memperhatikan simposium The Fed di Jackson Hole yang akan digelar pekan depan untuk mendapatkan sinyal kebijakan moneter selanjutnya.
Matthew Tuttle, CEO Tuttle Capital Management, mengatakan, "Intervensi mengubah jalurnya. Namun, intervensi tersebut tidak menghilangkan insentif suku bunga yang mendukung carry trade." Strategi carry trade adalah meminjam dana dalam mata uang ber-suku bunga rendah seperti yen dan menginvestasikannya pada aset dengan hasil lebih tinggi.
Pasar juga menanggapi data inflasi dan penjualan ritel AS yang melemah, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi 30,8% dari 52,2% sebelumnya menurut CME FedWatch Tool. Thomas Simons, Kepala Ekonom AS Jefferies, mengungkapkan, "Masih terdapat cukup banyak kejanggalan dalam data untuk membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun."
Pasar valuta asing tetap sensitif pada rilis data ekonomi berikutnya, pernyataan pejabat The Fed, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Dolar AS melemah terhadap yuan China ke posisi terendah sejak 2023, dipengaruhi oleh perlambatan produksi industri dan penjualan ritel China yang lebih rendah dari perkiraan pada Juli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow