Warga Sukoharjo Pasrah Harus Antre Panjang Demi Pertalite di SPBU
Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak subsidi jenis Pertalite masih terus terjadi di sejumlah SPBU pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kondisi ini membuat sejumlah warga pasrah dan terbiasa mengantre lama.
Fenomena antrean dipicu oleh selisih harga yang cukup tinggi antara Pertalite dan BBM nonsubsidi. Saat ini, Pertalite dijual sebesar Rp10.000 per liter, sementara Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter setelah mengalami penurunan dari sebelumnya Rp16.250 per liter.
Seorang ibu rumah tangga asal Solo Baru, Sukoharjo, Yayuk, menyampaikan pengalamannya yang masih setia membeli BBM subsidi meski harus mengantre lama di SPBU.
"Masih pakai Pertalite hingga saat ini," ujar Yayuk, warga Solo Baru, Sukoharjo, kepada TribunStyle.com pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Yayuk menjelaskan bahwa alasa utamanya bertahan menggunakan Pertalite adalah faktor harga yang paling ramah untuk kebutuhan rumah tangga.
"Ya mau gimana lagi, paling murah dan cukup dikantong ya itu kok," kata Yayuk.
Meski sebagian konsumen memilih berpindah ke Pertamax demi menghindari antrean, sebagian besar warga memilih tetap bertahan karena pertimbangan biaya bulanan.
"Ya untuk saat ini sudah pasrah dengan antrean yang panjang, serta terbiasa ya untuk jam-jamannya," ungkap Yayuk.
Berdasarkan pembaruan penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina Patra Niaga sejak 1 Agustus 2026, harga BBM di kawasan Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten untuk Pertamax dipatok Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta Dexlite Rp19.700 per liter. Sementara di wilayah Sumatera Barat dan Riau, Pertamax dibanderol Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp19.100 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow