Wang Yi Kunjungi Indonesia Bahas Forum Dialog Strategis Komprehensif

Smallest Font
Largest Font

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan melakoni kunjungan resmi ke Indonesia pada 21 hingga 22 Agustus 2026. Seperti dilansir dari Investor Daily, agenda diplomasi ini bertujuan memperkuat kerja sama bilateral melalui forum Pertemuan Tingkat Menteri 2+2 dan Dialog Strategis Komprehensif.

Kedatangan diplomat senior Beijing tersebut dilakukan untuk menemui Menteri Luar Negeri RI Sugiono serta Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam kesempatan yang sama, Menlu Wang Yi bakal memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif (CSD) antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengonfirmasi susunan agenda diplomatik yang telah dirancang untuk mempererat hubungan bilateral tersebut.

"Selama berada di Indonesia, Wang Yi akan memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China–Indonesia, serta bersama Menteri Pertahanan Dong Jun menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Kedua Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan China–Indonesia," ujar Lin Jian.

Inisiatif forum CSD sendiri merupakan mekanisme bilateral baru tingkat menteri luar negeri yang pertama kali digagas pada kunjungan kerja ke Beijing pada April 2025. Wadah ini ditujukan untuk mengidentifikasi capaian kemitraan serta merumuskan prioritas strategis di masa depan.

Bersamaan dengan CSD, Kementerian Luar Negeri RI bertindak sebagai tuan rumah Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2. Forum yang melibatkan jajaran menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua pihak ini difokuskan pada penguatan kerja sama di sektor politik, pertahanan, dan keamanan pada tingkat bilateral, regional, maupun global.

Pelaksanaan kedua forum tersebut menegaskan komitmen kokoh Indonesia dan China dalam mempererat Kemitraan Strategis Komprehensif. Pada pertemuan Dialog 2+2 perdana di Beijing pada April 2025, kedua negara menyepakati perluasan kerja sama keamanan berkelanjutan yang bertumpu pada pilar ekonomi, hubungan antar-masyarakat, maritim, politik, dan keamanan.

Kesepakatan tersebut juga mencakup penguatan penegakan hukum melalui bantuan hukum timbal balik, pertukaran intelijen, serta operasi bersama menanggulangi kejahatan transnasional, kejahatan siber, dan ekstremisme. Guna membangun kepercayaan strategis, dibentuk mekanisme konsultasi baru terkait perlucutan senjata dan non-proliferasi, serta koordinasi ketat sektor maritim antara Bakamla RI dan China Coast Guard.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed