Ukraina Tembakkan 800 Drone dan Hantam Pusat Logistik Rusia
Pasukan militer Ukraina melancarkan salah satu serangan drone terbesar ke wilayah Rusia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Sebanyak hampir 800 drone ditembakkan hanya dalam kurun waktu dua hari setelah gelombang serangan serupa digelar.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pertahanan udara mereka telah mencegat 791 drone Ukraina di sejumlah wilayah, termasuk wilayah Moskow, Crimea, serta kawasan Laut Hitam dan Laut Azov. Lebih dari 600 drone mengarah ke wilayah Moskow.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan sebanyak 180 drone berhasil ditembak jatuh di wilayahnya. Gubernur Moskow Andrei Vorobyov melaporkan tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan hebat yang menargetkan kawasan pemukiman dan pusat logistik tersebut.
Serangan drone ini memicu kebakaran di gudang milik Wildberries, perusahaan ritel online terbesar di Rusia. Wilayah Koledino dan Domodedovo di Oblast Moskow menjadi sasaran utama yang menyebabkan gangguan pada rantai pasokan logistik perusahaan tersebut.
Laporan militer menunjukkan Ukraina telah berhasil menghantam tujuh dari sepuluh pusat logistik terbesar milik Wildberries sejak Juli 2026. Fasilitas ini ditargetkan karena diduga ikut menyokong kebutuhan militer Rusia, termasuk menyediakan komponen drone dan peralatan navigasi.
Selain menyasar infrastruktur logistik di Moskow, pasukan Ukraina juga menggempur fasilitas industri pertahanan di Pabrik Kamensky, Oblast Rostov. Pabrik tersebut diketahui memproduksi bahan bakar roket padat untuk amunisi sistem peluncur roket ganda serta persenjataan penerbangan Rusia.
Gubernur Oblast Ryazan Pavel Malkov mengonfirmasi tiga orang luka-luka dan tiga rumah warga rusak akibat jatuh reruntuhan drone. Media pemerintah Rusia seperti Channel One dan Russia 1 memilih tidak memuat berita serangan ini dalam buletin pagi mereka.
"Putin terus mengulur-ulur perang bukannya menerima usulan gencatan senjata yang realistis dari Ukraina dan menghentikan pertumpahan darah," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha.
Di sisi lain, serangan balasan rudal Rusia menghantam Desa Pechenihy di wilayah Kharkiv, Ukraina. Kepala Administrasi Militer Regional Kharkiv Oleh Syniehubov mengonfirmasi sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 17 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan rudal Rusia di Kharkiv merusak 10 rumah warga, fasilitas kafe, kantor pos, toko, serta tujuh unit kendaraan. Kepolisian Nasional Ukraina juga mencatat tiga orang tewas akibat serangan drone Rusia di wilayah Sumy.
"Kami pasti akan membalas serangan Rusia ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan tidak akan mengurangi dukungan militer untuk Kyiv meskipun ada ancaman konsekuesi dari Moskow terkait penggunaan drone buatan Inggris di wilayah Rusia.
"Britania berdiri bahu-membahu dengan Ukraina," kata Kementerian Pertahanan Inggris.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow