Dron Ukraina Hantam Kompleks Petrokimia Rusia di Siberia
Serangan jarak jauh armada dron militer Ukraina menghantam unit pemrosesan gas di kompleks petrokimia ZapSibNeftekhim di Tobolsk, Wilayah Tyumen, serta kilang minyak Taneco di Nizhnekamsk, Republik Tatarstan, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Hantaman dron di Nizhnekamsk memicu kebakaran hebat serta menewaskan 13 orang, termasuk seorang anak-anak dan tujuh warga negara Uzbekistan, serta melukai 75 orang lainnya. Sementara itu, serangan di Tobolsk merusak Unit Fraksionasi Gas Pusat (CGFU) yang berkapasitas 6,6 juta ton bahan baku per tahun.
Fasilitas ZapSibNeftekhim di Tobolsk, yang dioperasikan oleh perusahaan SIBUR, merupakan kompleks petrokimia terbesar di Rusia. Pabrik tersebut memproduksi bahan baku krusial bagi industri militer Rusia seperti butadiena, isobutilena, maleat anhidrida, dan MTBE untuk komponen bahan bakar roket, avtur, serta material komposit dron.
Gubernur Wilayah Tyumen Alexander Moor mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.
"Setiap serangan Rusia akan mendapatkan respons dari kami. Perang yang dimulai Rusia akan semakin dirasakan di rumah mereka sendiri, di dalam Rusia," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Laporan analisis OSINT ASTRA dan Exilenova+ menunjukkan bahwa lokasi serangan di Siberia Barat tersebut berada lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan negara Ukraina. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 456 dron Ukraina di atas 15 wilayah pada malam yang sama.
Rangkaian serangan balik ini dilancarkan Kyiv untuk menekan jaringan logistik dan pasokan bahan bakar militer Kremlin. Di saat yang sama, serangan udara Rusia di Ukraina menewaskan lima orang di Kharkiv dan melukai 24 warga di Zaporizhzhia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow