Udinese Jamu Como pada Laga Pembuka Serie A 2026

Smallest Font
Largest Font

Udinese menjamu Como pada laga perdana Serie A musim 2026/2027 di Bluenergy Stadium, Sabtu (22/8/2026) pukul 12.30 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi kedua tim yang tampil dengan komposisi skuat dan strategi baru.

Pelatih Udinese, Kosta Runjaic, menurunkan skema 3-4-2-1 dengan mengandalkan Keinan Davis di lini depan serta Oumar Solet di sektor pertahanan. Sementara itu, pelatih Como, Cesc Fàbregas, menerapkan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan Nico Paz dan Máximo Perrone untuk mengontrol alur permainan.

Persiapan Udinese diwarnai ambisi tinggi untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim ini setelah hanya finis di peringkat ke-10 pada musim lalu. Tuan rumah harus tampil tanpa bek Christian Kabasele akibat sanksi kartu merah dan gelandang Giorgi Chakvetadze yang mengalami cedera patah tulang kaki.

"Target harus selalu ambisius," kata Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Runjaic menilai Como merupakan lawan tangguh yang berpotensi menyulitkan timnya di kandang sendiri. Kosta Runjaic menambahkan bahwa skuat lawan dihuni pemain-pemain berkualitas dan diperkuat skema permainan yang solid.

"Di sepak bola Anda harus selalu bermimpi dan tidak boleh merasa puas, terutama besok saat kita bermain di depan pendukung sendiri yang layak mendapatkan usaha kita untuk menembus kualifikasi Eropa musim ini," ujar Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Ia menolak berandai-andai terlalu jauh mengenai hasil akhir musim dan memilih fokus penuh pada laga pembuka ini. Menurut Kosta Runjaic, peningkatan performa tim membutuhkan proses dan kerja keras yang konsisten.

"Tapi kita harus berpikir dari satu pertandingan ke pertandingan lain dan seiring waktu kita akan lihat sampai di mana kemampuan kita," kata Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Runjaic menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya untuk melampaui pencapaian musim lalu. Kosta Runjaic menegaskan komitmen seluruh anggota tim untuk memberikan kemampuan terbaik di lapangan.

"Tentu saja saya ingin kita meningkatkan apa yang telah dilakukan musim lalu, meski untuk itu dibutuhkan waktu. Setiap langkah kecil ke depan akan dicapai dengan memberikan semua yang kita miliki," ujar Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Meski telah melepas gelandang Arthur Atta ke Fiorentina dan bek Thomas Kristensen ke Atalanta, Runjaic mengaku tetap puas dengan kedalaman skuat yang dimilikinya saat ini. Kosta Runjaic berjanji akan menjaga fokus anak asuhnya dari hari ke hari.

"Saya tidak bisa berjanji apa pun, kecuali bahwa kami akan bekerja keras hari demi hari dan tetap fokus. Hanya itu yang bisa saya garansi," kata Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Runjaic enggan memikirkan target jangka panjang dan memilih memfokuskan perhatian pada kekuatan Como. Kosta Runjaic menilai sang lawan telah berbenah dengan baik selama bursa transfer.

"Saya tidak suka melihat jalan dengan lampu jauh dan cakrawala hari ini adalah Como, sebuah tim besar," ujar Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Ia menambahkan bahwa Como memiliki kestabilan skuat karena berhasil mempertahankan para pemain pilar. Kosta Runjaic menganggap kehadiran Fàbregas memberi kebebasan dalam membentuk karakter permainan tim lawan.

"Como memiliki pemain-pemain yang sudah saling mengenal sejak lama dan dengan pelatih seperti Fabregas yang memiliki tangan bebas untuk membentuk gaya permainan yang dia inginkan. Mereka menjalani pra-musim melawan Arsenal dan Liverpool, dua lawan tangguh, tetapi kami akan mencoba menyulitkan mereka besok," kata Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Di sisi lain, Como melangkah ke musim baru dengan status peserta Liga Champions setelah finis di peringkat keempat musim lalu. Tim tamu tidak bisa menurunkan Jayden Addai akibat cedera tendon Achilles.

"Liga Champions adalah hadiah yang indah, tetapi liga akan berjalan sengit dan kami harus berfokus pada hal itu terlebih dahulu karena tujuannya adalah untuk terus berkembang di kompetisi yang, menurut saya, paling seimbang di Eropa karena ada lebih banyak tim yang bersaing dibandingkan liga lain," ujar Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Fàbregas menegaskan pentingnya mempertahankan fokus dan gaya bermain tim di tengah jadwal yang padat. Cesc Fàbregas mengingatkan anak asuhnya agar tidak tergelincir saat membagi konsentrasi di dua kompetisi berbeda.

"Udinese akan menjadi lawan yang rumit karena mereka sudah saling memahami di luar kepala dan kami harus waspada jika tidak ingin mengambil risiko. Ini akan menjadi tantangan yang bagus," kata Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Fàbregas juga mengomentari dinamika bursa transfer yang masih terbuka saat kompetisi resmi dimulai. Cesc Fàbregas menilai situasi tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi para pemain.

"Saya tidak suka memulai liga dengan jendela transfer yang masih terbuka karena hal itu menimbulkan beberapa keraguan dan memicu kehilangan fokus," ujar Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Laga lain pada pekan pertama Serie A juga mempertemukan Inter Milan melawan tim promosi Monza, Genoa menghadapi Napoli, serta Parma bertanding melawan Cagliari.

"Parma telah melepas beberapa pemain penting, tetapi mereka selalu menjadi lawan yang harus diwaspadai," kata Fabio Pisacane, Pelatih Cagliari.

Pisacane menegaskan kesiapan timnya untuk tampil maksimal sejak laga perdana. Fabio Pisacane menyampaikan optimismenya menjelang pertandingan usai melewati pekan yang berat akibat insiden medis yang menimpa salah satu pemainnya.

"Liga dimulai dan kami harus siap memberikan segalanya mulai besok," ujar Fabio Pisacane, Pelatih Cagliari.

Persiapan Cagliari sempat terganggu oleh insiden yang menimpa penyerang Yael Trepy akibat tenggelam di kolam renang sebelum akhirnya berangsur pulih di hospital Santissima Annunziata. Fabio Pisacane mengaku sangat lega melihat perkembangan kondisi sang pemain.

"Ini bukan minggu yang mudah. Kami melewati momen-momen mengerikan, tetapi beruntung Yael telah pulih dan itu adalah kabar terbaik yang bisa kami harapkan," kata Fabio Pisacane, Pelatih Cagliari.

Insiden tersebut memberikan dampak emosional tersendiri bagi Pisacane karena mengingatkan pada pengalaman pribadinya di masa lalu. Fabio Pisacane menyebut proses pemulihan Trepy berjalan sangat positif.

"Apa yang terjadi padanya membuat saya mengenang kembali kejadian 27 tahun lalu," ujar Fabio Pisacane, Pelatih Cagliari.

Pisacane memastikan bahwa sang penyerang akan langsung masuk dalam daftar pemain utama jika kondisinya telah memungkinkan. Fabio Pisacane berharap sang pemain bisa segera kembali ke lapangan.

"Jika dia tersedia, dia akan menjadi starter," kata Fabio Pisacane, Pelatih Cagliari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed