Trump Perintahkan Penyelidikan Kebocoran Data Amunisi Militer AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan penyelidikan atas bocornya informasi rahasia mengenai penipisan cadangan amunisi pertahanan rudal Pentagon pada Jumat, 7 Agustus 2026. Langkah tegas ini diambil menyusul laporan media yang membeberkan kondisi terkini persediaan persenjataan militer AS. Penyelidikan internal ini dipicu oleh laporan CNN Internasional yang mengungkap penggunaan sekitar 80 persen stok rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense dan separuh persediaan rudal Patriot.
Penggunaan besar-besaran persenjataan tersebut dialokasikan untuk menyokong operasi militer Negeri Paman Sam di wilayah Iran, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Informasi yang dipublikasikan The Wall Street Journal menegaskan bahwa perintah penyelidikan tersebut datang langsung dari Presiden Trump yang merasa sangat gusar atas beredarnya data sensitif tersebut ke publik. Bocornya kondisi alutsista ini dipandang berpotensi mengganggu strategi pertahanan serta keamanan nasional negara.
Perselisihan mengenai keterbatasan amunisi ini juga sempat memicu percakapan telepon bernada tinggi antara Trump dan Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg. Tindak lanjut dari dinamika tersebut mendorong Departemen Pertahanan AS mengagendakan rapat darurat bersama jajaran pejabat tinggi militer dan pengadaan alutsista.
Guna mengatasi penurunan drastis persediaan persenjataan, Gedung Putih telah mengajukan pengusulan anggaran tambahan sebesar US$ 87,6 miliar kepada Kongres AS pada 24 Juni 2026. Dari total dana pengajuan tersebut, dialokasikan sebesar US$ 67,15 miliar khusus untuk kebutuhan operasi militer Pentagon di Iran. Lembaga kajian Center for Strategic and International Studies mencatat bahwa pihak militer AS diperkirakan telah meluncurkan lebih dari 1.500 rudal sistem pertahanan udara Patriot dan sekitar 200 rudal THAAD. Pengurasan stok rudal vital ini memicu kekhawatiran atas kesiapan pertahanan udara AS dalam melindungi wilayah domestik maupun kawasan para sekutunya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow