Trump Memicu Ketidakpastian Ekonomi Global di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One setelah mendarat di Pangkalan Angkatan Udara AS di RAF Mildenhall, Inggris Timur. Dalam pembicaraannya, Trump memanaskan kembali konflik di Selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan penting di dunia.
Menurut Financial Times, langkah ini menunjukkan kemampuan Trump dalam menciptakan risiko bagi ekonomi global, yang kini semakin rentan terhadap krisis pasokan dan stagflasi. Prospek perdamaian antara AS dan Iran terasa semakin jauh.
Para pendukung Trump berargumen bahwa dampak negatif dari kebijakan ekonomi Trump sering kali dibesar-besarkan. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan tetap berada di angka 3,0% pada 2026 dan 3,4% pada 2027, meskipun terdapat gangguan besar di pasar minyak.
Namun, kondisi ini terjadi di tengah kebijakan moneter yang sangat longgar. Bank Sentral AS, The Federal Reserve, telah gagal mencapai target inflasi selama bertahun-tahun, dan defisit anggaran AS melonjak hingga sekitar 6% dari PDB.
Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan bahwa demam investasi teknologi, seperti kecerdasan buatan, mungkin tidak berkelanjutan. Mereka mencatat bahwa sejarah menunjukkan bahwa terobosan teknologi sering kali menarik modal yang lebih besar dari keuntungan yang dihasilkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow